Breaking News:

Pendidikan

Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Semarang, Dewan Pendidikan Perluas Jaringan Kerja Sama

Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) memperluas jaringan kerjasama dengan pihak- pihak yang memiliki kepedulian pendidikan di Kota Semarang.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Dokumentasi DPKS
Acara rapat kerja yang diselenggarakan DPKS. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) memperluas jaringan kerjasama dengan pihak- pihak yang memiliki kepedulian terhadap upaya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di Kota Semarang.

Ketua DPKS, Budiyanto mengatakan, pihaknya akan mengkonsolidasi semua potensi yang ada untuk mempercepat terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan bermutu sebagaimana yang diharapkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

"Untuk mewujudkan harapan itu, dibutuhkan kerja keras semua pihak, DPKS siap mengkonsolidasi seluruh potensi untuk mendukung dan merealisasikan  gagasan besar Wali Kota Semarang itu," kata Budiyanto dalam pernyataan tertulis, Jumat (9/7/2021).

Menurutnya, saat ini DPKS sedang mengidentifikasi dan menggodok berbagai masukan dari masyarakat.

Sementara, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Prof Rustono berujar bahwa langkah DPKS Kota Semarang memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk mendukung gerakan peningkatan kualitas dan mutu pendidikan sangat tepat.

Baca juga: PPKM Darurat di Kabupaten Tegal Dilakukan Penyekatan, Banyak Pengendara Mutar-mutar Cari Jalan Tikus

Baca juga: Tadinya Ditertawakan, Aksi Kakek Tutupi Kepala Pakai Plastik saat Vaksinasi Berakhir Dapat Pujian

Baca juga: Kasat Lantas Polres Kudus: Selama PPKM Masyarakat Bisa Tertib, Titik Penyekatan Tidak Ditambah

Baca juga: Pantau Langsung PPKM Darurat, Hartopo Ingatkan Warga Tidak Keluyuran Saat Malam Hari

"Banyak jalan yang bisa ditempuh DPKS untuk mewujudkan hal itu. Antara lain, menetapkan tolok ukur potensi pendukung pendidikan yang bermutu untuk dijadikan acuan dewan pendidikan dalam menyusun materi rekomendasi untuk disampaikan kepada Wali Kota Semarang," kata Prof Rustono.

Menurutnya, tolok ukur itu diantaranya  meliputi instrumen-instrumen pendidikan yang bermutu, dukungan keluarga, kurikulum, proses pembelajaran, guru, tenaga kependidikan dan manajemen pendidikan.

Selain itu, termasuk juga soal layanan pendidikan, lingkungan pendidikan, sarana prasarana, evaluasi, prestasi peserta didik dan satuan pendidikan dan produk atau lulusan yang bermutu.

"Jadi, sejatinya mutu dan kualitas pendidikan tidak pernah final, lantaran cakupannya sangat luas sekali, menyentuh aspek fisik dan nonfisik. Dewan Dendidikan tidak boleh berhenti berinovasi dalam upaya turut serta mewujudkan pendidikan yang bermutu," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved