Breaking News:

Berita Salatiga

Imbas PPKM, Permintaan Sapi Jelang Iduladha di Kabupaten Semarang Anjlok 50 Persen

Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2021m permintaan sapi untuk hewan berkurban di Kabupaten Semarang mengalami penurunan.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Juwarto saat memberi makan sapi hasil ternak miliknya di rumahnya di Kelurahan Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Minggu (11/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Menjelang Hari Raya Iduladha tahun 2021m permintaan sapi untuk hewan berkurban di Kabupaten Semarang mengalami penurunan.

Seorang peternak sapi asal Kelurahan Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang Juwarto (55) mengatakan penurunan permintaan sapi karena terdampak kondisi pandemi virus Corona (Covid-19) akibat larangan berkurban di sejumlah daerah.

"Larangan berkurban karena dikhawatirkan memicu kerumunan. Untuk penurunan penjualan sendiri sekira 50 persen dibandingkan periode tahun lalu sebelum pandemi Covid-19," terangnya kepada Tribunjateng.com, di lokasi, Minggu (11/7/2021).

Baca juga: Prediksi Jose Mourinho Final Euro 2021 Italia Vs Inggris, Pemain Bau Kencur Ini Pegang Peran Penting

Baca juga: Di Amerika dan Korsel Boleh Tak Bermasker Jika Sudah Vaksin, Berikut Negara yang Longgarkan Prokes

Baca juga: Harry Kane dan Chiellini Saling Lempar Psywar Berkedok Pujian Jelang Final Italia Vs Inggris

Menurutnya, untuk menyiasati kerugian karena permintaan menurun peternak sapi mematok harga sama dengan tahun lalu berkisar Rp 20-25 juta per ekor.

Ia menambahkan, harga itu peternak tidak mengambil untung hanya mengembalikan modal biaya perawatan dan pakan ternak.

Harga itu lanjutnya, sudah termasuk ongkos kirim untuk wilayah Kabupaten Semarang dan daerah sekitar.

"Sekarang baru laku 500 ekor, biasanya setiap momen mendekati Iduladha dapat laku sampai 2.000 ekor. Ini karena semua kegiatan dibatasi keperluan yang membutuhkan daging sapi juga menurun," katanya

Juwarto menyatakan, peternakan sapi yang dikelola menyediakan beragam jenis sapi mulai crossing, limosin, meta, poco-poco, angus dan sapi PO dengan berat mulai 5-10 ton.

Baca juga: Bea Cukai Kudus Geledah Rumah Pengemasan Rokok Ilegal di Jekulo

Baca juga: Glenca Chysara Pemeran Elsa Gemas Kucing Peliharaan Inul Daratista Ikut Nonton Sinetron Ikatan Cinta

Baca juga: Head to Head Italia Vs Inggris Jelang Euro 2021, The Three Lions Sering Ompong Melawan Gli Azzurri

Dia mengaku selain menetapkan harga sama dengan tahun sebelumnya untuk bahan pakan sapi juga dicampur bahan lain seperti roti kedaluwarsa, ampas tahu, singkong, dan bekatul.

"Kemudian kami juga tetap memberi pakan konsentrat dan jerami padi bekas hasil panen agar kebutuhan seratnya tetap tercukupi. Beberapa campuran pakan tadi agar peternak tidak merugi karena pembeli sepi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved