Dokter Lois Ditangkap
BERITA LENGKAP : Dokter Lois Dicokok Polisi Dianggap Sebarkan Hoaks
Dokter Lois Owien ditangkap aparat Polda Metro Jaya, Minggu (11/7) dan langsung dilimpahkan penanganannya kepada Bareskrim Polri
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Dokter Lois Owien ditangkap aparat Polda Metro Jaya, Minggu (11/7) dan langsung dilimpahkan penanganannya kepada Bareskrim Polri.
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan memastikan dr Lois dilakukan pemeriksaan."Jadi masih mengamankan dulu, masih dalam pemeriksaan," kata Ahmad Ramadhan, Senin (12/7).
Dokter Lois ditangkap polisi karena diduga menyebarkan berita bohong (hoaks) tentang Covid-19 dan menyebabkan timbulnya keonaran.
Tindakan dr Lois juga berdampak pada penanganan wabah penyakit menular.
Tak banyak informasi tentang profil dr Lois.Merujuk akun Facebooknya, Lois Owienn (dokter Lois), dr Lois tinggal di Jakarta.
Dalam biodatanya itu, ia menuliskan lulus dari jurusan kedokteran Universitas Kristen Indonesia pada 2000.
Ia juga menuliskan keterangan anti aging medicine. Hal ini tidak hanya tertulis di bio akun Facebooknya, tetapi juga tertulis di bio akun Twitternya, Lois Owien.
Untuk diketahui, anti aging medicine adalah cabang ilmu kedokteran dan kedokteran terapan yang berguna untuk mengobati penyebab penuaan dan bertujuan untuk mengurangi penyakit terkait usia.
Merujuk bio akun Twitternya itu, setelah lulus dari Universitas Kristen Indonesia, dr Lois melanjutkan pendidikannya dalam bidang anti aging medicine di Malaysia.
Bidang keilmuan tersebut belum diakui sebagai bidang keilmuan dokter spesialis, melainkan hanya setara S2 di Indonesia.
Aktif di Medsos, Sebut Covid-19 Tidak Nyata
dr Lois getol selama ini kerap aktif di media sosial, menyampaikan Covid-19 tidaklah nyata.
Pendapat-pendapatnya dimana ia tidak percaya Covid-19 sudah ia posting sejak tahun lalu. pegiat Covid-19, dr Tirta Mandira Hudhi memastikan dr Lois dipastikan bukan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
"Ibu ini mengaku sebagai dokter. Setelah dikonfirmasi ke Ketua IDI Pusat, dr Daeng, dan saya konfirmasi ke Ketua MKEK, beliau mengatakan bahwa dr Lois tidak terdaftar di anggota IDI," kata dr Tirta.
dr Tirta menjelaskan, seluruh dokter di Indonesia harus tergabung dalam IDI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dr-lois-owien.jpg)