Breaking News:

Berita Semarang

Kampung Kebo Semarang Mulai Meredup, Tak Ada Generasi Penerus dan Kesulitan Pakan

Patung anak bermain suling di atas kerbau menjadi penanda kejayaan Kampung Kebo.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Iwan Arifianto.
Suasana kampung kebo mulai sepi ditinggalkan peternak karena banyak peternak menua dan tak ada generasi penerus, Purwosari, Mijen, Kota Semarang, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Patung anak bermain suling di atas kerbau menjadi penanda kejayaan Kampung Kebo, sebutan bagi Kampung Sodong, Purwosari, Mijen, Kota Semarang. 

Di wilayah tersebut, terdapat satu komplek yang digunakan khusus untuk beternak kerbau. 

Komplek peternakan itu berpisah dari pemukiman warga. 

Tak heran deretan puluhan kandang, kubangan, jerami, dan tahi kerbau jamak ditemukan di tempat tersebut. 

Sayangnya, kandang-kandang itu mulai  kosong melompong.

Kandang dialihfungsikan untuk beternak sapi dan unggas seperti ayam, bebek, itik. 

Akan tetapi lebih banyak kandang kosong lantaran ditinggalkan peternak. 

Suasana kampung kebo mulai sepi ditinggalkan peternak karena banyak peternak menua dan tak ada generasi penerus, Purwosari, Mijen, Kota Semarang, Selasa (13/7/2021).
Suasana kampung kebo mulai sepi ditinggalkan peternak karena banyak peternak menua dan tak ada generasi penerus, Purwosari, Mijen, Kota Semarang, Selasa (13/7/2021). (Tribun Jateng/Iwan Arifianto.)

"Peternak hilang bukan karena gak untung lagi beternak kerbau.

Lebih disebabkan karena tidak ada lagi generasi penerus peternak kerbau di kampung ini," ujar seksi agro industri di organisasi perkumpulan Tani Mbangun Karso, Rohyadi kepada Tribunjateng.com, Selasa (13/7/2021).

Kampung kebo dahulu dikelola kelompok tani Mahesa Kredo Kota Semarang. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved