Virus Corona Bertahan di Partikel Udara 3 Jam, Kabut dan AC Contoh Aerosol
Virus corona melayang di aerosol seperti kabut dan udara AC. Partikel tersebut bisa bertahan melayang di udara berjam-jam dan bisa terhirup
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Di sisi lain, "Negara-negara dengan akses terbatas ke vaksin mengalami gelombang infeksi baru, melihat tergerusnya kepercayaan publik (dan) meningkatnya kesulitan ekonomi, serta, dalam beberapa kasus, meningkatkan kerusuhan sosial."
Ketua Komite Darurat WHO Didier Houssin berkata kepada wartawan, dia mengakui tren baru-baru ini mengkhawatirkan.
Selama 1,5 tahun setelah WHO pertama kali menyatakan Darurat Kesehatan Masyarakat Perhatian Internasional (PHEIC) sebagai tingkat kewaspadaan tertinggi, "Kami masih mengejar virus ini dan virus masih mengejar kita".
Untuk saat ini, empat varian Covid-19 mendominasi pandemi global yaitu Alpha, Beta, Gamma, dan terutama varian Delta yang menyebar cepat.
Akan tetapi komite memperingatkan, yang lebih buruk bisa terjadi di depan.
Para ahli mengatakan, sebagai akibatnya banyak negara menerapkan kebijakan yang semakin berbeda dalam menangani kebutuhan nasional, sehingga menghambat pendekatan yang selaras untuk respons global.
"Penggunaan masker, physical distancing, menjaga kebersihan tangan, dan peningkatan ventilasi ruang dalam ruangan tetap menjadi kunci untuk mengurangi penularan".
Para pakar juga menekankan kebutuhan memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara pada September, dan pembagian vaksin antara negara kaya dan negara miskin.
"Banyak negara sekarang telah memvaksinasi populasi prioritas mereka, direkomendasikan bahwa dosis harus dibagi dengan negara-negara yang memiliki akses terbatas sebelum memperluas program vaksinasi nasional ke kelompok berisiko rendah."
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kabut-asap-di-ogan-ilir-sumatera-selatan_20170721_233036.jpg)