Berita Kota Tegal
Mahasiswa di Kota Tegal Ajukan Protes: Tolak Perpanjangan PPKM Darurat, Minta Bansos Dipercepat
Masyarakat Kota Tegal menolak rencana perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Masyarakat Kota Tegal menolak rencana perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali.
Hal itu disampaikan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Tegal Menggugat.
Ada delapan tuntutan yang disampaikan dalam audiensi bersama Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di Balai Kota Tegal Senin (19/7/2021).
Koordinator lapangan, Rifaldi Ali Rahmandani mengatakan, ada delapan tuntutan yang disampaikan mewakili masyarakat Kota Tegal.
Baca juga: Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Senin 19 Juli 2021
Baca juga: Jual Rumah Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Senin 19 Juli 2021
Baca juga: LDII Kota Semarang Berkurban Sebanyak 297 Ekor Sapi dan 65 Kambing
Pertama, mendesak agar DPRD Kota Tegal melayangkan tuntutan ke pemerintah pusat bahwa masyarakat menolak rencana perpanjangan PPKM Darurat.
Kedua, surat vaksinasi bukan untuk syarat administrasi, tapi untuk syarat transportasi jarak jauh.
Ketiga, membuka penyekatan jalan yang diberlakukan pemerintah kota.
Keempat, penerangan jalan umum tetap dinyalakan saat malam hari.
Kelima, tingkatkan pelayanan dan penanganan medis di seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan, bagi seluruh pasien yang membutuhkan pertolongan medis, khususnya masyarakat Tegal.
Keenam, bansos PPKM dipercepat.
Ketujuh, pemberlakuan jam operasional bagi pedagang malam, bukan hanya sampai pukul 20.00, tapi sampai pukul 23.00. WIB.
Terakhir, menolak sikap arogansi dan tindakan represif aparat kepada masyarakat Kota Tegal.
"Poin-poin itu yang kami sampaikan. Terkait akses jalan, vaksinasi, dan agar bantuan bansos segera dicairkan," katanya kepada tribunjateng.com.
Meski delapan tuntutannya sudah tersampaikan, Rifaldi mengatakan, audiensi tersebut tidak berlangsung memuaskan.
Karena di tengah-tengah audiensi, wali kota izin pergi untuk mengikuti rapat evaluasi PPKM Darurat.