Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Terpapar Covid-19 di Penjara, Penasihat Aung San Suu Kyi Meninggal Dunia

Nyan Win mengembuskan napas terakhir saat negaranya tengah berjuang menghadapi peningkatan kasus infeksi secara eksponensial.

Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Para migran Myanmar memegang potret Aung San Suu Kyi saat mereka melakukan demonstrasi di luar Kantor Kedutaan Myanmar di Bangkok, Thailand pada 1 Februari 2021. Itu terjadi setelah militer Myanmar menahan Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam sebuah kudeta. 

TRIBUNJATENG.COM, YANGON - Penasihat senior pemimpin terguling Myanmar Aung San Suu Kyi, Nyan Win, meninggal di rumah sakit pada hari Selasa (20/7/2021).

Politisi Myanmar itu terinfeksi virus corona (Covid-19) di penjara.

Nyan Win mengembuskan napas terakhir saat negaranya tengah berjuang menghadapi peningkatan kasus infeksi secara eksponensial.

Dikutip dari laman Reuters, Selasa (20/7/2021), politisi berusia 78 tahun ini sebelumnya telah ditahan di penjara Insein Yangon setelah penangkapan terhadapnya yang dilakukan tentara negara itu dalam upaya merebut kekuasaan pada 1 Februari 2021.

Ia kemudian dibawa ke rumah sakit pada pekan lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang menaunginya.

 
"Kami berjanji akan terus berjuang untuk menuntaskan tugas kami yang belum selesai, untuk mengakhiri kediktatoran di negara ini dan untuk mendirikan Persatuan Demokrat Federal," kata NLD.

Anggota partai itu pun langsung menyampaikan ungkapan duka cita mendalam kepada keluarga Nyan Win yang juga pernah menjadi pengacara Suu Kyi serta Juru Bicara partai NLD.

Perlu diketahui, upaya Myanmar untuk menahan lonjakan kasus infeksi Covid-19 telah kacau karena gejolak politik negara itu, sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Suu Kyi.

Menurut Kementerian Kesehatan yang dikendalikan militer, hanya sekitar 1,6 juta orang yang telah divaksinasi dari total populasinya yang mencapai 54 juta penduduk.

The Global New Light of Myanmar melaporkan sekitar 750.000 dosis vaksin China akan tiba pada hari Kamis mendatang dan rencananya akan datang pula jumlah yang lebih banyak lagi pada hari-hari berikutnya.

Karena kementerian tersebut memprediksi bahwa setengah dari populasi negara itu akan divaksinasi sepanjang tahun ini.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Senin kemarin bahwa lembaga tersebut tengah meningkatkan upaya untuk memerangi 'lonjakan yang mengkhawatirkan' dalam kasus Covid-19.

Oleh karena itu, PBB berharap Myanmar dapat menerima cukup vaksin melalui fasilitas COVAX yang diinisiasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun ini dengan cakupan 20 persen dari populasinya.

Sebelumnya, Myanmar mencatat rekor 281 kematian akibat Covid-19 pada hari Senin kemarin, dan 5.189 temuan kasus infeksi baru.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved