Breaking News:

Berita Kudus

Kenapa Kudus Masih PPKM Level 4, Ini Penjelasan Kantor Staf Presiden

Kabupaten Kudus masih menduduki level 4 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Khoirul Muzakki
Tenaga Ahli Utama KSP, Abraham Wirotomo (dua dari kanan) memberi keterangan kepada pewarta di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (28/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kabupaten Kudus masih menduduki level 4 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Padahal kasus aktif di Kudus sudah mengalami tren penurunan.

Mengenai hal tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) menjelaskan, bahwa Kudus masih menduduki level 4 dalam PPKM karena pertimbangan aglomerasi.

Kudus yang wilayahnya dekat dengan Semarang Raya yang notabene wilayah industri saat ini masih level 4.

Baca juga: Kibarkan Bendera Putih, Pengelola Pijar Park Kudus Minta Kelonggaran 30 Persen Pengunjung

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Kudus Terus Turun, Kepala Dinkes: Jangan Abai Protokol Kesehatan

Baca juga: 119 Warga Binaan Rutan Kudus Jalani Vaksinasi‎ Dosis Pertama

"Kenapa Kudus masih masuk level 4, adalah pertimbangan aglomerasi."

"Jadi untuk daerah kawasan industri misalnya Semarang Raya Bandung Raya harapan level PPKM bisa bersamaan karena yang dihindari apabila Kota Kudus buka mal nanti penduduk Semarang ke Kudus."

"Nanti angka (Covid-19) Kudus naik lagi," kata Tenaga Ahli Utama KSP, Abraham Wirotomo, sesuai rapat koordinasi dengan Bupati Kudus HM Hartopo di Command Center Pemkab Kudus, Rabu (28/7/2021).

Abraham melanjutkan, pihaknya berharap Semarang Raya angka Covid-19 melandai. Kemudian level PPKM bersama-sama akan ikut turun.

"Kami akan evaluasi masukan Pak Bupati melakui sektor tertentu yang akan diberi penurunan pengetatan," kata dia.

Dalam kunjungan ke Kudus, KSP juga menginventarisir langkah penanganan pandemi Covid-19 di Kudus yang saat ini sudah melandai. Pasalnya, apa yang telah dilakukan Kudus bisa menjadi contoh untuk daerah lain.

Abraham mengatakan, ada banyak yang bisa ditiru dari Kudus soal penanganan Covid-19. Namun poin terpenting yakni sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan Covid-19 di Kudus bisa ditiru daerah lain. Selain itu, yang tidak kalah penting yakni transparansi data dan respons yang cepat.

Baca juga: Apindo Kudus Gelar Vaksinasi untuk Masyarakat Umum, Layanan Khusus Dosis Vaksin Kedua

Baca juga: Pusat Oleh-oleh Jenang Mubarok Kudus, Pusat Belanja sekaligus Edukasi

Baca juga: Sahkan Pengurus Baru, Bupati HM Hartopo Minta FKUB Kudus Minta Jaga Keharmonisan Masyarakat

"Salah satu pembelajaran bagaimana kebijakan Pemkab Kudus bisa beri pemahaman pada pelaku usaha tetap bertahan di tengah situasi PPKM. Karena pemerintah memahami situasi PPKM, tapi juga perlu mengimbangi di tengah situasi pandemi," kata dia.

Sementara itu HM Hartopo berujar, bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada perwakilan KSP kondisi Kudus saat ini. 

"Ada tiga indikator dalam corona Jateng. Keterisian rumah sakit, kasus harian, dan kematian (Kudus) masuk ke dalam level 2. 3 T (testing, tracing, treatment) masuk level 3. Tapi kenapa masih level 4, tadi suruh menyampaikan ke Pak Presiden," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved