Kasus Covid-19 Olimpiade Tokyo Turunkan Dukungan untuk PM Suga Jelang Pemilu
Kasus infeksi covid-19 yang terus meningkat di Tokyo menjadi catatan buruk bagi PM Suga, sehingga menyebabkan dukungannya terus menurun
TRIBUNJATENG.COM, TOKYO - Pada Kamis (29/7), Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo mengumumkan sebanyak 24 kasus baru infeksi virus corona, termasuk tiga atlet dari luar negeri yang berpartisipasi dalam ajang itu. Dengan demikian, total orang yang terinfeksi terkait ajang itu tercatat sebanyak 193 orang.
Jumlah infeksi pada Kamis itu adalah yang tertinggi dalam lingkup gelaran Olimpiade sejak Panitia memulai pengumuman mengenai adanya kasus covid-19 untuk ajang itu pada 1 Juli lalu. Pada Rabu (28/7), panitia mengumumkan sebanyak 16 kasus.
Di sisi lain, Ibu kota Jepang, Tokyo, sebagai lokasi Olimpiade, disebut kembali menorehkan rekor negatif setelah mencatatkan 3.177 kasus covid-19 baru pada Rabu (28/7).
Kenaikan kasus yang terus terjadi, bahkan mencatat rekor tertinggi berturut-turut dalam beberapa hari terakhir, semakin menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan pelaksanaan Olimpiade Tokyo.
Lonjakan infeksi covid-19 yang terjadi di Tokyo yang melampaui angka 3.000, naik cukup tinggi dari hari sebelumnya, pada Rabu (27/7), sebanyak 2.848 orang, yang juga jauh lebih tinggi dari hari sebelumnya, Selasa (26/7), sebanyak 1.429 orang.
Tokyo kini berada di bawah keadaan darurat keempat, yang akan berlanjut sepanjang Olimpiade Musim Panas sampai tepat sebelum Paralimpiade dimulai pada akhir Agustus.
Para ahli telah memperingatkan bahwa varian Delta yang lebih menular dapat menyebabkan lonjakan selama acara, yang secara resmi dibuka pada hari Jumat (23/7) lalu.
Kasus infeksi yang meningkat juga menjadi catatan buruk bagi Perdana Menteri (PM) Yoshihide Suga, sehingga menyebabkan tingkat dukungannya terus menurun menjelang pemilu tahun ini.
Saat ini, dukungan terhadap Perdana Menteri Yoshihide Suga mulai menurun. Kepercayaan rakyat terhadap kemampuan sang pemimpin mengendalikan pandemi mulai luntur.
Dilansir Reuters, dari jajak pendapat harian bisnis Nikkei yang dilakukan pada 23-25 Juli 2021, dukungan masyarakat terhadap Suga saat ini turun sembilan poin menjadi 34%, terendah sejak ia menjabat September tahun lalu.
Rencana Suga untuk mengadakan Olimpiade yang bebas covid-19 dan pemilihan umum dengan normal akhir tahun ini sepertinya agak sulit dicapai.
Meski demikian, pada Selasa (27/7), PM Suga mengatakan, pihaknya tidak memikirkan kemungkinan menghentikan Olimpiade Tokyo di tengah jalan.
Oposisi senior Jun Azumi berujar, optimisme pemerintah dalam menangani pandemi bisa menjadi bumerang. "Kecuali ada revisi terkait peninjauan pandemi, begitu Olimpiade selesai, maka bakal ada krisis nasional serius," ucapnya.
Dikutip NHK, Azumi menuturkan, krisis ini bisa berdampak lebih luas, ditandai dengan kolapsnya sistem kesehatan.
Banyak kalangan menyatakan, keputusan pemerintah meneruskan Olimpiade memberikan pesan membingungkan kepada publik. Sebab di saat bersamaan, pemerintah meminta warga untuk berdiam di rumah dan menghindari harus berada di tempat umum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/vhhfhccn.jpg)