Berita Internasional
Alibaba Grup Umumkan Pecat Sejumlah Staf Setelah Viral Kasus Rudapaksa Karyawannya
Minggu (8/8/2021), Alibaba Group Holding menyampaikan telah memecat sejumlah staf menyusul adanya tuduhan dari seorang wanita karyawannya.
TRIBUNJATENG.COM, BEIJING – Minggu (8/8/2021), Alibaba Group Holding menyampaikan telah memecat sejumlah stafnya menyusul adanya tuduhan seorang wanita di jaringan intranet perusahaan bahwa ia telah dirudapaksa oleh seorang bosnya dan seorang klien.
Tuduhan wanita itu, yang tayang dalam bentuk PDF 11 halaman, tidak saja viral di jaringan intranet perusahaan tetapi juga viral di media sosial Weibo di China, demikian dilaporkan CNBC.
"Alibaba Goup tidak mentolerir tindakan seksual tak terpuji, dan menjamin tempat kerja yang aman bagi para pekerja Alibaba adalah prioritas utama," ujar juru bicara dalam sebuah pernyataan, Minggu.
Baca juga: Jepang Rugi Rp 284 Triliun Akibat Olimpiade Tokyo 2020
"Kami telah memecat sejumlah pihak yang relevan yang diduga melanggar nilai dan kebijakan kami, dan kami telah membentuk satu gugus tugas khusus internal untuk menyelidiki kasus ini dan mendukung penyelidikan yang sedang dilakukan polisi,” sebutnya.
Sabtu malam, akun seorang staf wanita Alibaba menyebutkan peristiwa yang dialaminya dalam suatu perjalanan bisnis menjadi viral di sosial media China, dan menjadi trending di Weibo Minggu pagi waktu setempat.
Wanita tersebut, yang tidak menyebutkan identitasnya, menuduh bosnya memaksanya ikut dalam perjalanan bisnis ke Kota Jinan, sekitar 900 kilometer dari kantor pusat Alibaba di Hanzhou.
Pihak Kepolisian di Kota Jinan mengatakan Minggu pagi bahwa mereka sedang menyelidiki hal ini.
Menurut wanita itu, tanggal 27 Juli malam, klien tersebut menciumnya.
Setelah menenggak alkohol, ia terbangun di sebuah kamar hotel dengan busananya sudah dilucuti dan ia tidak ingat apa yang terjadi pada malam harinya.
Dia menambahkan, rekaman CCTV yang didapat wanita itu dari pihak hotel menunjukkan bahwa bosnya memasuki kamar itu empat kali sepanjang malam.
Ketika kembali ke Hangzhou, ia melaporkan insiden ini ke pihak HRD dan manajemen lebih tinggi pada 2 Agustus. Ia meminta agar bosnya dipecat.
Semula pihak HRD setuju, namun akhirnya itu tidak ditindalanjuti, sebutnya.
CEO Alibaba Daniel Zhang menanggapi masalah ini pada Sabtu lalu melalui pesan internal peusahaan, ujar seorang yang melihat laporan itu, namun perusahaan tidak secara resmi membeberkan masalah ini dalam jaringan intranet.
"Bukan cuma HRD yang harus minta maaf, para manajer departemen bisnis terkait juga harus bertanggung jawab dan harus meminta maaf karena tidak bertindak dan gagal menanggapi masalah ini pada saatnya," sebut CEO.
Alibaba, dalam pengumuman intranetnya, menyebutkan atasan wanita itu, kotaknya di HRD, dan manajemen terkait langsung orang-orang itu telah dipecat, ujar seorang yang mengetahui hal ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pemerkosaan_20161205_215524.jpg)