Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Biden Desak Para Pemimpin Afghanistan Bersatu, AS Hanya Bantu Dukungan Udara Jarak Dekat

Presiden AS, Joe Biden, mengaku tidak menyesal telah menarik tentara Amerika dan sekutu dari Afghanistan. Biden mendesak para pemimpin Afghanistan un

Editor: m nur huda
Andrew Harnik / POOL / AFP
Presiden AS Joe Biden 

TRIBUNJATENG.COM - Presiden AS, Joe Biden, mengaku tidak menyesal telah menarik tentara Amerika dan sekutu dari Afghanistan.

Biden mendesak para pemimpin Afghanistan untuk bersatu demi memperjuangkan negara mereka sendiri.

Dilansir BBC, Taliban semakin melebarkan kekuasaannya setelah pasukan asing resmi keluar dari Afghanistan. 

Keluarga pengungsi Afghanistan, yang melarikan diri dari provinsi Kunduz dan Takhar karena pertempuran antara Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan, duduk di sebuah lapangan di Kabul, Senin (9/8/2021). Puluhan ribu warga Afghanistan kabur dari daerah tempat tinggal mereka untuk menyelamatkan diri dari kebrutalan Taliban.
Keluarga pengungsi Afghanistan, yang melarikan diri dari provinsi Kunduz dan Takhar karena pertempuran antara Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan, duduk di sebuah lapangan di Kabul, Senin (9/8/2021). Puluhan ribu warga Afghanistan kabur dari daerah tempat tinggal mereka untuk menyelamatkan diri dari kebrutalan Taliban. (WAKIL KOHSAR / AFP)

Militer AS dan sekutu akhirnya angkat kaki setelah 20 tahun melakukan operasi militer di negara ini.

Sedikitnya 8 dari 34 ibu kota provinsi telah dikuasai Taliban saat ini.

Biden pada Selasa (10/8/2021), mengatakan kepada pers di Gedung Putih bahwa AS melanjutkan komitmennya untuk membantu Afghanistan.

Presiden AS Joe Biden
Presiden AS Joe Biden (Andrew Harnik / POOL / AFP)

Diantaranya memberikan dukungan udara jarak dekat, membayar gaji militer, dan memberikan bantuan logistik serta alat untuk pasukan Afghanistan.

Namun menurutnya, saat ini Afghanistan harus berjuang sendiri.

"Mereka harus berjuang untuk diri mereka sendiri," kata Biden.

Seorang pejabat AS, lapor Washington Post, mengatakan ibu kota negara, Kabul, berpotensi dikuasai Taliban dalam waktu 90 hari, menurut penilaian militer AS.

Orang-orang mengibarkan bendera Taliban saat mereka melewati kota perbatasan Pakistan, Chaman, pada 14 Juli 2021.
Orang-orang mengibarkan bendera Taliban saat mereka melewati kota perbatasan Pakistan, Chaman, pada 14 Juli 2021. (Asghar Achakzi/AFP)

PBB mencatat ada lebih dari 1.000 warga sipil yang tewas di tengah pertempuran Taliban melawan pasukan pemerintah dalam sebulan terakhir ini.

Pada Selasa lalu, Taliban dilaporkan merebut dua ibu kota provinsi, yakni Kota Farah dan Kota Pul-e-Khumri.

Pejabat Afghanistan mengatakan kelompok ini mengibarkan bendera di alun-alun serta kantor gubernur di Kota Pul-e-Khumri, Provinsi Baghlan.

Selain dua kota itu, minggu ini Taliban juga telah menjatuhkan Kota Kunduz.

Kunduz merupakan wilayah vital karena menjadi pintu menuju provinsi-provinsi yang kaya mineral.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved