Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penangkapan Teroris di Jateng

BERITA LENGKAP: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Semarang, Purwokerto, Kendal, dan Pekalongan

Densus 88 menangkap dua terduga teroris di Kota Semarang yang disinyalir merupakan anggota Jamaah Islamiah (JI).

Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Gang menuju ke rumah Djoko Soewarno (46) terduga teroris yang ditangkap anggota Densus 88 tepat di depan rumahnnya di Gang Damai 3, RT 7 RW 6, Wonolopo, Mijen, Kota Semarang, Jumat (13/8/2021). 

Ia menceritakan, saat penggeledahan di rumah MM, hanya ada istri dan anaknya.Kemudian, dirinya juga menyaksikan ada beberapa barang yang dibawa oleh petugas saat dilakukan penggeledahan.

"Penggeledahan sekitar 2 jam, barang-barang yang diamankan petugas yaitu laptop, terus buku-buku, surat kendaraan, dan kendaraan milik MM," ucapnya.

Dikatakannya, MM mengontrak di rumah tersebut sudah 6 tahun. Aktivitas kesehariannya MM itu jualan batik secara online. "Sudah 6 tahun mereka mengontrak di rumah tersebut. MM mempunyai anak 8, 3 anaknya di pondok pesantren dan 5 orang masih di rumah bareng istrinya."

"MM merupakan warga Jawa Barat dan istrinya asli Boyolali," katanya.

Saat disinggung keseharian MM dan istrinya di lingkungan, Mustofiq mengatakan bahwa pasangan suami istri tersebut dikenal tertutup. Namun, kalau ada acara dan undangan dari warga MM selalu datang.

"MM sering ke masjid dan musala. MM dikenal tertutup. Tapi kalau ada undangan dari warga, MM selalu datang. Pakaiannya juga tidak aneh-aneh," tambahnya.

Tak hanya itu, Densus 88 Antiteror Polri juga mengamankan dua orang warga Kabupaten Kendal terduga teroris. Keduanya diketahui bernama Nur Priono Hadi warga Kelurahan Bugangin dan Bambang Budiono warga Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kota Kendal.

Tim Densus 88 dikabarkan mengamankan dua orang terduga teroris pada, Jumat (13/8/2021) waktu Subuh.
Nur Priono Hadi ditangkap di rumah kontrakannya di Kelurahan Bugangin dan Bambang Budiono ditangkap dirumahnya di Kelurahan Kebondalem kecamatan Kota Kendal saat hendak berangkat menuju musala atau masjid untuk salat Subuh.
Keduanya dikabarkan langsung dibawa ke Kota Semarang, sementara rumah keduanya dilakukan penggeledahan.
Penangkapan ini berjalan senyap tanpa diketahui warga sekitar. Bahkan, istri Nur Priono Hadi, Nur Hariani mengaku sebelumnya tidak mengetahui kalau suaminya ditangkap.

Kata Nur, pagi itu suaminya berangkat duluan menuju musala untuk menunaikan salat Subuh berjamaah. Seperti biasa, Nur mengikuti suaminya sesaat setelah sang suami keluar rumah. "Saat sampai di musala, tidak ada sandal suami saya. Waktu itu saya berpikir apa suami saya salat Subuh di masjid," terangnya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di beberapa tempat di Wilayah Jateng. Namun pihaknya tidak menjelaskan secara rinci peran dari masing-masing terduga teroris.

"Namun untuk lebih jelasnya nanti dari Densus 88 yang akan memberikan penjelasan," ujarnya.(iwn/rtp/jti/dro/sam)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved