Penangkapan Teroris di Jateng
Terduga Teroris di Kendal Diintai Sejak Mei 2021, Ketua RT Diminta Merahasiakan
Subari diminta untuk merahasiakan kedatangan dan maksud petugas dari siapapun. Katanya, petugas saat itu akan melakukan pengembangan apakah ada jarin
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: m nur huda
Kemudian, membawanya melewati gang kecil di samping musala menuju gang yang lebih besar ke arah selatan.
Penangkapan dilakukan dengan senyap tanpa diketahui banyak warga.
Hingga pagi harinya sekitar pukul 09.00 WIB, Subari didatangi petugas kepolisian agar ikut serta menyaksikan penggeledahan rumah Nurpiyono.
Subari melihat, petugas membawa beberapa barang seperti CPU komputer, laptop, handphone termasuk milik istrinya, dan beberapa buku bacaan.
"Petugas bilang ke istri Nurpriyono dan saya, kalau barang-barang yang dibawa tidak ada kaitannya dengan penangkapan, akan segera dikembalikan. Termasuk HP istrinya yang digunakan untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya di pondok," katanya.
Tinggal di Kendal sejak September 2020
Berdasarkan catatan kartu keluarga dari RT setempat, Nurpriyono Hadi (48) dan istrinya, Nur Sapto Hariyani (52) merupakan kelahiran Kota Semarang. Keduanya mulai ngontrak rumah di Bugangin, Kota Kendal pada September 2020 lalu.
Nurpriyono dan Hariyani dikenal rajin salat jamaah di musala sekitar, dan serawung dengan para tetangganya.
Di rumah itu, sehari-harinya hanya tinggal berdua. Sementara 4 putra putrinya menuntut ilmu di pondok pesantren.
Dengan hanya keberadaan dua orang saja, warga sekitar seringnya melihat rumah itu tertutup. Sesekali dibuka saat keduanya hendak berkegiatan di luar rumah.
Kerjaan sehari-hari Nurpriyono dikenal sebagian tukang service komputer. Sementara istrinya menerima jasa jahit pakaian.
Atas peristiwa penangkapan itu, tetangga sekitar sempat sok. Karena tidak ada kegiatan yang mencurigakan yang dilakukan Nurpiryono selama ini. Usai penangkapan, tetangga sekitar pun berbondong-bondong menjenguk Hariyani untuk saling menguatkan dan menghiburnya.
Hariyani pun tidak kehilangan respect para tetangganya. Bahkan, tetangga sekitar tak canggung meminjamkan handphone kepada Hariyani untuk menghubungi keempat anaknya di pondok. Tetangga juga menghiburnya dengan kegiatan sehari-hari masyarakat agar sebagian rasa sedih Hariyani bisa terobati.
Ditanya soal Jamaah Islamiyah
Sehari setelah suaminya diamankan petugas, Hariyani menceritakan awal mula suaminya hilang secara tiba-tiba.