Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penangkapan Teroris di Jateng

Terduga Teroris di Kendal Diintai Sejak Mei 2021, Ketua RT Diminta Merahasiakan

Subari diminta untuk merahasiakan kedatangan dan maksud petugas dari siapapun. Katanya, petugas saat itu akan melakukan pengembangan apakah ada jarin

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: m nur huda

Kepada tribunjateng.com, Hariyani bercerita, pagi itu Jumat (13/8/2021) ia dan suami seperti biasa hendak mengikuti salat Subuh jamaah di musala.

Seperti kebiasaannya, sang suami lebih awal berangkat ke musala. Sementara Hariyani datang belakangan selepas menunaikan salat sunnah di rumah.

"Saya berangkat ketika iqamah. Pas di musala, saya gak melihat sendal suami saya. Mikirnya paling ke masjid. Ketika sampai di rumah, suami saya juga belum pulang. Barang-barangnya juga masih ada di rumah, juga sepeda motornya. Biasanya kalau ke masjid bawa sepeda motor," ujar Hariyani.

Mendapati hal aneh yang menimpa suaminya, Hariyani memilih berdiam diri di rumah sembari menunggu kedatangan suami hingga pukul 06.30. Pikirannya tidak karuan karena sebelumnya tak ada kabar apapun yang diterima Hariyani.

Perempuan 4 anak ini mencoba menghubungi salah satu putrinya yang kini menjadi guru ngaji di sebuah pondok. "Waktu itu saya masih pegang HP, saya cerita kepada anak saya yang pertama dan kedua. Bapak gak pulang-pulang, ke mana ya. Nah sama anak saya, dia bilang umi jangan berpikiran yang aneh-aneh. Mungkin bapak olahraga atau main ke temannya," ujar Hariyani.

Hariyani pun mencoba berprasangka baik kepada apa yang terjadi pada suaminya. 

Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, datang petugas kepolisian bersama ketua RT setempat ke rumah Hariyani.

Dari petugas, Hariyani mengetahui bahwa suaminya ditangkap. Setelah itu, petugas meminta izin kepadanya untuk menggeledah rumahnya.

Hariyani mengaku, sempat ditanya soal Jamaah Islamiyah. "Ibu tahu Jamaah Islamiyah?," tiru Hariyani dari petugas.

Hariyani pun menjawabnya kalau dia tahu soal Jamaah Islamiyah. Namun, Hariyani mengaku tidak mengetahui jika suaminya masuk dalam jaringan Jamaah Islamiyah. 
Bahkan, selama hidup bersama Nurpriyono, Hariyani tidak mengetahui kegiatan suaminya dalam hal syiar keagamaan.

"Ada beberapa barang milik suami saya dibawanya (petugas). Saat tanya buku-buku suami saya, saya tidak tahu semuanya. Saya pikir hanya di sebelah kanan (sebuah tempat buku, red). Ternyata ditemukan buku-buku lain, kalau tidak salah ada judulnya melawan penguasa," terangnya.

Menurut Hariyani, beberapa waktu terakhir, suaminya mulai jarang mengaji. Ia mendapati suaminya sering mendengarkan ceramah ustadz-ustadz. 

Suaminya juga tidak pernah menerima teman berkunjung ke rumahnya. Kesehariannya selama ini berkutat pada dunia komputer. Kadang, menerima jasa service komputer, seringnya mendapatkan orderan membuat sebuah website. 

Hariyani mengaku tidak pernah diceritakan apa-apa yang menyangkut Jamaah Islamiyah oleh suaminya. Atas peristiwa penangkapan itu, Hariyani mencoba tabah agar tidak terjadi syok yang berlebihan.

"Saat kejadian (penangkapan, red) khawatir suami gak pulang-pulang. Alhamdulillah Allah kasih kekuatan, gak sampai sok. Berharap semuanya baik-baik saja," tuturnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved