Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Malaysia

Muhyiddin Yassin Mundur dan Menjadi Pemimpin Tersingkat Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengundurkan diri kurang dari 18 bulan masa jabatannya pada Senin (16/8/2021).

AFP
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin(AFP) 

TRIBUNJATENG.COM, KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengundurkan diri kurang dari 18 bulan masa jabatannya pada Senin (16/8/2021).

Dia menjadi pemimpin tersingkat di negara itu setelah mengakui kehilangan dukungan mayoritas untuk memerintah.

Menteri Sains, Khairy Jamaluddin menulis di Instagram:

"Kabinet telah mengajukan pengunduran diri kepada raja, tak lama setelah Muhyiddin meninggalkan istana setelah bertemu raja."

Wakil Menteri Olahraga Wan Ahmad Fayhsal Wan Ahmad Kamal juga berterima kasih kepada Muhyiddin atas layanan dan kepemimpinannya dalam pesan Facebook.

Kepergian Muhyidddin akan menjerumuskan negara itu ke dalam krisis baru di tengah pandemi Covid-19 yang semakin memburuk.

Dilansir AFP, para pemimpin politik sudah mulai berdesak-desakan untuk posisi puncak.

Wakilnya Ismail Sabri menggalang dukungan untuk menggantikan Muhyiddin dan menjaga pemerintahan tetap utuh.

Pengunduran dirinya terjadi di tengah meningkatnya kemarahan publik atas apa yang secara luas dianggap sebagai penanganan pandemi yang buruk oleh pemerintahnya.

Malaysia memiliki salah satu tingkat infeksi dan kematian per kapita tertinggi di dunia.

Dengan kasus harian menembus 20.000 bulan ini.

Meskipun keadaan darurat tujuh bulan dan penguncian sejak Juni untuk mengatasi krisis.

Media lokal mengatakan Kapolri, Ketua Komisi Pemilihan Umum dan Jaksa Agung juga dipanggil ke istana sebelum Muhyiddin tiba.

Muhyiddin, yang memimpin rapat Kabinet di kantornya Senin (16/8/2021) pagi, melambai kepada wartawan di gerbang istana dan pergi 40 menit kemudian.

Muhyiddin diperkirakan akan mengadakan konferensi pers nanti.

“Muhyiddin telah memutuskan waktu pinjaman," kata Bridget Welsh dari Universitas Nottingham Malaysia, seorang ahli politik Malaysia.

"Tata kelolanya yang buruk, fokus pada politik bertahan hidup dan keengganan untuk mengakui kegagalannya telah menyebabkan kehancurannya,” ujarya.

Namun kepergiannya juga menempatkan Malaysia di perairan yang belum dipetakan.

“Fokusnya sekarang adalah Malaysia memiliki transisi damai ke pemerintahan baru yang dapat mengelola krisis,” katanya.

Pemerintahan Muhyiddin memiliki mayoritas tipis dan menghindari tes kepemimpinan di Parlemen sejak awal.

Akhirnya jatuh ketika lebih dari selusin anggota parlemen dari partai terbesar dalam aliansinya menarik dukungan mereka untuk pemerintahannya.

Dua menteri dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu juga mengundurkan diri dari Kabinet sebelum tindakan Senin.

Di bawah konstitusi Malaysia, perdana menteri harus mengundurkan diri jika dia kehilangan dukungan mayoritas.

Raja dapat menunjuk seorang pemimpin baru yang dia yakini mendapat kepercayaan dari Parlemen.

Muhyiddin awalnya bersikeras masih memiliki dukungan mayoritas dan akan membuktikan ini di Parlemen bulan depan.

Namun dalam putaran U pada Jumat (14/8/2021), perdana menteri mencari dukungan oposisi untuk menopang pemerintahannya.

Dia berjanji akan mengadakan pemilihan umum pada Juli mendatang.

Dia juga menawarkan konsesi termasuk proposal untuk membatasi masa jabatan perdana menteri.

Mendukung checks and balances dan peran menteri senior kepada pemimpin oposisi, tetapi permohonannya ditolak oleh semua pihak.

Raja dapat memutuskan pemimpin baru, tetapi saat ini, tidak ada koalisi yang dapat mengklaim mayoritas.

Muhyiddin mengambil alih kekuasaan pada Maret 2020 setelah memprakarsai runtuhnya pemerintahan reformis Mahathir yang memenangkan pemilihan 2018.

Dia menarik partai Bersatu-nya untuk bergandengan tangan dengan koalisi yang dipimpin UMNO yang telah memimpin Malaysia sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1957.

Tetapi digulingkan pada tahun 2018 karena skandal keuangan bernilai miliaran dolar.

Mahathir tiba-tiba mengundurkan diri untuk memprotes rencana Bersatu untuk bekerja dengan pemerintah sebelumnya.

Pemerintahan Muhyiddin tidak stabil karena UMNO tidak senang bermain-main dengan partainya yang lebih kecil.

Muhyiddin menghentikan Parlemen selama berbulan-bulan tahun lalu untuk menopang dukungan.

Dia kembali menangguhkan Parlemen sejak Januari.

Memerintah dengan peraturan tanpa persetujuan legislatif di bawah keadaan darurat virus Corona yang berakhir 1 Agustus 2021.(*)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul

Baca juga: PM Malaysia Muhyiddin Yassin Mundur Setelah Gagal Mengendalikan Covid-19, Ini Angka Kematian di Sana

Baca juga: Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin Mundur Tanpa Penerus yang Pasti, Apa yang Terjadi?

Baca juga: Kekuasaan PM Malaysia Kian Goyah Setelah Parpol Koalisi Tarik Dukungan, Kini Tawarkan Imbalan

Baca juga: Disebut Kehabisan Pilihan, PM Malaysia Muhyiddin Yassin Dikabarkan Akan Mengundurkan Diri Hari Ini

,

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved