Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Disebut Kehabisan Pilihan, PM Malaysia Muhyiddin Yassin Dikabarkan Akan Mengundurkan Diri Hari Ini

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, akan mengundurkan diri pada Senin (16/8/2021).

FAZRY ISMAIL/EPA-EFE
Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin (kiri), berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan Economic Action Council (EAC), di Kantor Perdana Menteri, Putrajaya, Malaysia, Senin (16/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM - Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, akan mengundurkan diri pada Senin (16/8/2021).

Kabar itu disampaikan Menteri di Departemen Menteri Malaysia bidang Penugasan Khusus, Mohd Redzuan Md Yusof, pada Minggu (15/8/2021), demikian dilaporkan portal berita MalaysiaKini.

Dikutip dari Reuters, Muhyiddin mengundurkan diri setelah kehilangan mayoritasnya karena pertikaian dalam koalisi yang berkuasa.

Baca juga: Taliban Mulai Masuki Ibu Kota, Presiden Afghanisan Lari ke Tajikistan

Pengunduran diri tersebut, jika dikonfirmasi, akan mengakhiri 17 bulan penuh gejolak masa jabatan Muhyiddin.

Selain itu, juga membawa lebih banyak ketidakpastian kepada negara yang tengah bergulat dengan lonjakan Covid-19 dan penurunan ekonomi.

Tidak segera jelas siapa yang dapat membentuk pemerintahan berikutnya karena tidak ada anggota parlemen yang memiliki mayoritas yang jelas di parlemen, atau apakah pemilihan dapat diadakan di Malaysia di tengah pandemi.

Apa yang akan terjadi selanjutnya adalah keputusan raja konstitusional, Raja Al-Sultan Abdullah.

Dikatakan Mohd Redzuan, Muhyiddin memberi tahu anggota partai tentang keputusannya untuk mengundurkan diri karena ia telah kehabisan semua pilihan untuk mempertahankan pemerintahnya.

"Besok akan ada rapat kabinet khusus. Setelah itu, dia akan menuju (istana) untuk mengajukan pengunduran dirinya," kata Mohd Redzuan.

Cengkeraman Muhyiddin pada kekuasaan telah genting sejak ia berkuasa pada Maret 2020 dengan mayoritas tipis.

Tekanan terhadapnya meningkat baru-baru ini setelah beberapa anggota parlemen dari partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), blok terbesar dalam aliansi yang berkuasa, menarik dukungan.

Muhyiddin selama berminggu-minggu menentang seruan untuk berhenti dan mengatakan dia akan membuktikan mayoritasnya di parlemen melalui mosi tidak percaya pada bulan September.

Tetapi pada hari Jumat, Muhyiddin mengakui untuk pertama kalinya dia tidak memiliki mayoritas dan melakukan upaya terakhir untuk merayu oposisi dengan menjanjikan reformasi politik dan pemilihan dengan imbalan dukungan pada mosi percaya.

Muhyiddin juga berjanji untuk mengajukan RUU amandemen konstitusi untuk membatasi posisi perdana menteri menjadi dua periode dan RUU anti-partai.

Namun, tawaran itu ditolak dengan suara bulat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved