OPINI

OPINI : Peringatan Kemerdekaan dan Kebhinnekaan

DALAM acara kenegaraan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 76 kemerdekaan RI Presiden Jokowi bersama tokoh tokoh negara mengenakan pakaian adat daera

Bram
FX Triyas Hadi Prihantoro 

Oleh FX Triyas Hadi Prihantoro

Guru SMP Pangudi Luhur Domenico Savio Semarang

DALAM acara kenegaraan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 76 kemerdekaan RI Presiden Jokowi bersama tokoh tokoh negara mengenakan pakaian adat daerah.

Kali ini dalam peringatan HUT RI ke 76 di Istana Merdeka Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Lampung dan sehari sebelumnya dalam sidang tahunan di DPR/MPR mengenakan pakaian adat Baduy.

Sebuah pesan persatuan dalam kebhinnekaan. Menyatakan sebuah kenyataan bahwa bangsa ini terdiri dari ratusan bahasa dan suku bangsa. Hendaknya wajib dijaga, dilestarikan dan dipertahankan karena sebagai kebanggaan bangsa yang merdeka dan mandiri.

Seperti pesan yang disampaikan Presiden bahwa pengenaan pakaian adat ingin menunjukkan Indonesia memiliki beragam budaya. Budaya kita ini sangat beragam, inilah Indonesia. Sebuah respon dari lunturnya semangat nasionalisme dan patriotisme karena dimensi multicultural mulai tergerus dan individualis (egoistis) makin mencuat.

Sedangkan solidaritas, kerjasama, gotong royong antar masyarakat mulai berkurang. Pernyataan presiden bukan hanya retorika, karena beberapa kesempatan dalam agenda resmi kenegaraan Presiden Jokowi sering terlihat mengenakan pakaian adat daerah di Indonesia.

Peneliti Senior LIPI Syamsuddin Haris bahwa pakaian yang dikenakan Jokowi dan tokoh nasional lainnya saat Upacara bendera di Istana Merdeka merupakan esensi kemajemukan Indonesia. Maka membumikan kebhinnekaan di hari merdeka ini sebagai bentuk terobosan guna menjaga persatuan dan kesatuan.

Menjadi penting diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari karena bangsa ini sedang mengalami degradasi persatuan dan kesatuan. Menurut Frans Magnis Suseno paling tidak ada dua peristiwa sebagai yaitu peristiwa Sumpah Pemuda 1928 dan persiapan BPUPKI tahun 1945 dalam menerima lima sila dalam Pancasila sebagai dasar negara.

Kebhinnekaan dalam perspektif upacara kenegaraan sebagai bentuk keprihatinan akan lunturnya semangat persatuan dan kesatuan.

Dengan banyaknya aksi yang anti kebhinnekaan dengan gerakan radikalisasi. Maka menjadi kewajiban Negara melindungi warganya. Maka keluarnya Perpu no 2 tahun 2017 tentang perubahan UU Nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat sebagai bagian membumikan kebhinnekaan.

Ribuan suku bangsa

Data sensus BPS tahun 2010 di Indonesia terdapat 1.340 suku bangsa, dan itu dapat hidup harmonis dalam semangat hetereogenitas.

Bhinneka tunggal ika menjadi satu kesatuan dan saling bersinergi dalam memberikan pesan untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved