Berita Internasional
Pernah 2 Kali Ditugaskan Ke Afghanistan, Kini Pangeran Harry Bersuara Soal Taliban
Pangeran Harry turut bersuara karena pernah memiliki pengalaman dua kali ditugaskan di Afganistan dalam sepuluh tahun kariernya di militer Inggris.
TRIBUNJATENG.COM - Pangeran Harry buka suara soal kondisi terkini Afghanistan yang kembali dikuasai Taliban.
Pangeran Harry turut bersuara karena pernah memiliki pengalaman dua kali ditugaskan di Afganistan dalam sepuluh tahun kariernya di militer Inggris.
Tak heran, ia termasuk salah satu yang terpengaruh ketika negara timur tengah itu akhirnya dikuasai oleh Taliban.
Menanggapi hal ini, Duke of Sussex telah mengeluarkan pernyataan resmi soal isu yang menggemparkan dunia ini.
Secara khusus, ia menyerukan kepada masyarakat internasional, khususnya para veteran tentara yang pernah bertugas di Afganistan atau anggota keluarganya, untuk saling mendukung dan mengulurkan tangan di momen sulit ini.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Twitter Invictus Games Foundation, @weareinvictus, yayasan yang menaungi kompetisi olahraga yang melibatkan veteran perang dan mantan tentara yang mengalami cacat akibat tugasnya.
"Banyak negara yang berpartisipasi dalam keluarga Invictus Games terikat oleh pengalaman bersama melayani di Afghanistan selama dua dekade terakhir, dan selama beberapa tahun, kami telah berkompetisi bersama Tim Invictus Games Afghanistan. Kami mendorong semua orang di seluruh jaringan Invictus - dan komunitas militer yang lebih luas - untuk saling menjangkau dan menawarkan dukungan satu sama lain."
Kutipan di atas merupakan pernyataan bersama antara Pangeran Harry, Lord Allen of Kensington, dan Dominic Reid yang merupakan pimpinan yayasan tersebut.
Ditugaskan ke Afghanistan
Suami Meghan Markle ini mengisi masa mudanya dengan berkarier penuh waktu di militer Inggris.
Salah satunya, ia pernah bergabung dengan tentara perdamaian untuk ikut dalam operasi militer di Afganistan.
Tak tanggung-tanggung, ia bahkan pernah ditempatkan di negara itu dalam dua waktu yang berbeda.
Status bangsawannya maupun kondisi Afganistan sebagai daerah konflik agaknya tak membatasi Pangeran Harry untuk berbakti pada negaranya.
Harry pertama kali dikirim ke Afghanistan pada Desember 2007. Ia terlibat dalam misi tempur di provinsi Helmand dimana sebagian besar dari 7.800 personil pasukan Inggris ditempatkan di Afganistan.
Demi keselamatannya, penugasannya itu dirahasiakan dari pemberitaan media. Sayang kabar itu bocor setelah Harry berada di Afganistan selama sepuluh minggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pangeran-harry-dari-inggris-di-afghanistan.jpg)