Sabtu, 16 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Donald Trump Sebut Permasalahan Afghanistan sebagai "Bencana Joe Biden"

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) itu menyebutnya sebagai "penghinaan kebijakan luar negeri terbesar dalam sejarah AS."

Tayang:
AFP/Josh Edelson
Mantan Presiden AS Donald Trump 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Donald Trump mengecam penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) itu menyebutnya sebagai "penghinaan kebijakan luar negeri terbesar dalam sejarah AS."

Trump menyampaikannya dalam rapat umum di Alabama pada Sabtu (21/8/2021).

Baca juga: Ini Dia Hashmat Ghani, Adik Presiden Afghanistan yang Minta Warga Terima Taliban

Dilansir New York Post, Trump mencaci Presiden Biden karena membiarkan “kelemahan di Gedung Putih”.

Trump juga mengatakan bahwa Vietnam tampak seperti "masterclass" dalam strategi, dibandingkan dengan "bencana Joe Biden”.

“Ini akan dianggap sebagai salah satu kekalahan militer terbesar sepanjang masa dan itu seharusnya tidak seperti itu,” kata Trump pada para pendukungnya.

"Ini bukan penarikan, ini adalah penyerahan total, tanpa alasan."

“Dia menyerahkan pangkalan udara kami, dia menyerahkan senjata kami, dia menyerahkan kedutaan kami,” kata Trump.

Presiden ke-45 AS itu berbicara di depan ribuan orang di Cullman, Alabama, dalam rapat umum untuk mendukung anggota Partai Republik Mo Brooks, yang mencalonkan diri untuk kursi Senat.

Di sana, dia mengkritik senjata dan peralatan bernilai miliaran dolar yang ditinggalkan dan disita Taliban.

Ini mungkin termasuk 600.000 senapan serbu, sekitar 2.000 kendaraan lapis baja, dan 40 pesawat, termasuk Black Hawks.

 
“Itu tidak harus terjadi. Yang harus dilakukan (Biden) adalah meninggalkan tentara sampai semua orang keluar, warga kami, senjata, dan kemudian Anda mengebom pangkalan dan mengucapkan 'selamat tinggal,'” kata Trump.

Dia mengatakan setelah 20 tahun konflik, pemerintahannya memutuskan sudah waktunya bagi pasukan AS untuk meninggalkan Afghanistan.

Tetapi, AS harus pergi “dengan bermartabat.”

“Segera kita akan memiliki 11 September dan kita akan memiliki bendera Taliban berkibar di atas kedutaan karena Biden,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved