Breaking News:

Berita Karanganyar

Bupati Juliyatmono Ingatkan Karanganyar Masih Level 4, Warga Diminta Tetap Taat Prokes

Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap kepada masyarakat supaya memaknai zonasi level penyebaran Covid-19 sebagai pengingat sehingga taat prokes.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Bupati Karanganyar, Juliyatmono 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap kepada masyarakat supaya memaknai zonasi level penyebaran Covid-19 sebagai pengingat sehingga taat protokol kesehatan. 

Seperti diketahui bersama, pemerintah pusat secara resmi memperpanjang PPKM level 4 hingga 30 Agustus 2021.

Adapun Kabupaten Karanganyar masih dalam zonasi level 4 penyebaran Covid-19. 

"Kita kan sekali lagi aglomerasi (Solo Raya). Tidak bisa dipilih-pilih. Kalau saya (Karanganyar) mungkin nol Covid-19, tapi yang lain masih tinggi, ya level 4," katanya Bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada Tribunjateng.com, Rabu (25/8/2021). 

Baca juga: Pemkab Kendal Gelar Doa Bersama HUT Ke-76 RI dan Peringatan Tahun Baru Islam 1443 H

Baca juga: Info Loker Lowongan Kerja Karir di Semarang Rabu 25 Agustus 2021

Baca juga: Info Pemeliharaan Jaringan Listrik PLN ULP Magelang Kota Kamis 26 Agustus 2021

Oleh karena itu, Juliyatmono berharap status Kabupaten Karanganyar yang saat ini masih dalam level 4 penyebaran Covid-19 tidak mempengaruhi cara berfikir masyarakat. 

"Kita semangati pengertian itu jangan sampai mempengaruhi cara berfikir masyarakat kita. Kita tidak boleh melihat leveling tapi mencegah menular itu penting. Maka strategi kita isoter. Terkonfirmasi positif (OTG) bawa ke isoter (isolasi terpusat). Tidak mengganggu penyebaran ini. Menenangkan semua pihak," ucapnya. 

Di samping menekan angka penyebaran Covid-19 dengan menempatkan warga terkonfirmasi positif Covid-19 berstatus OTG ke tempat isoter, lanjut Yuli, sapaan akrabnya, saat ini, pihaknya berupaya menumbuhkan ekonomi di tengah berlakunya pembatasan kegiatan masyarakat. 

"Ruang menumbuhkan ini harus kita dorong, termasuk uji coba (pembukaan objek wisata). Kita edukasi agar ada pertanggungjawaban," jelasnya. 

Dia meminta kepada pengelola supaya taat protokol kesehatan selama melakukan uji coba. Mengingat apabila terkena sanksi dari pemerintah tentu pengelola wisata sendiri yang akan dirugikan. 

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Covid-19 Secara Door to Door, Bupati: Banyak Lansia Belum Tervaksin

Baca juga: Polres Sukoharjo Ungkap Kasus Pengoplosan Gas Bersubsidi ke NonSubsidi

Baca juga: Dongeng Pertempuran Hiu dan Buaya Asal Usul Kota Surabaya

"Sanksi ya sederhana. Kalau hari ini dibuka melanggar, kita lihat prokesnya. Ya besok ditutup," terang Yuli. 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, tercatat ada 597 kasus aktif positif Covid-19 pada Rabu (25/8/2021).

Dari jumlah tersebut 106 orang menjalani rawat inap dan 491 orang menjalani isolasi mandiri. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved