Menu Diet
Menu Diet Flexitarian yang kaya Manfaat, Berat Badan Turun Sekaligus Cegah Diabetes hingga Kanker
Jika tertarik untuk menjalankan diet flexitarian, maka hal yang harus kita ingat ialah prinsip dari diet flexitarian
TRIBUNJAJATENG.COM - Pernah dengar Menu Diet Flexitarian?
Bagi yang tengah mencari program diet untuk menurunkan berat badan, mungkin ini bisa jadi pilihan.
Cukup rekomended karena menu Diet Flexitarian ini ternyata sangat aman dan fleksibel loh.
Penasaran Menu Diet Flexitarian?
Terkadang pasti kita pernah menjalani diet vegetarian namun tidak sanggup karena pantangannya terlalu berat.
Jika itu yang sedang dirasakan, maka cara terbaiknya ialah menggunakan metode diet flexitarian, yakni diet semi vegetarian yang masih memperbolehkan kita untuk memakan daging.
Baca juga: Apa Menu Diet Anda Hari Ini? Berikut 20 Makanan Rendah Kalori tapi Mengenyangkan
Baca juga: Menu Diet Rendah Karbohidrat bagi Pemula, Cara Sehat Menurunkan Berat Badan
Baca juga: Menu Diet Usia 40-an yang Dianjurkan Spesialis Gizi, Hndari Satu Makanan Jenis Ini
Mengutip Boldsky, flexitarian merupakan kombinasi dari dua kata “flexibel” dan “vegetarian” yang berarti pola makan menggunakan pendekatan vegetarian yang lebih fleksibel dibanding dengan pola makan vegetarian.
Pola diet flexitarian pertama kali dipopulerkan oleh pakar diet berlisensi dari Amerika Serikat, Dawn Jackson Blatner dalam bukunya yang berjudul The Flexitarian Diet: The Mostly Vegetarian Way to Lose Weight, Be Healthier, Prevent Diseases and Add Years to Your Life.
Diet flexitarian juga telah didukung oleh berbagai riset ilmiah dengan hasil penelitian bahwa diet flexitarian ampuh untuk menurunkan berat badan.
Pada pola makan flexitarian mengajak kita untuk merasakan pola makan vegetarian namun tetap mengkonsumsi produk hewani seperti daging.
Seperti apakah Menu Diet Flexitarian ini?
Menu Diet Flexitarian
Jika tertarik untuk menjalankan diet flexitarian, maka hal yang harus kita ingat ialah prinsip dari diet flexitarian ini yakni:
Makan banyak buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
Memfokuskan diri pada asupan protein nabati daripada protein hewani.