Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

ISIS-K Disebut Joe Biden sebagai Musuh Besar Taliban, Apa Itu?

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan tentang betapa berbahayanya kelompok yang disebut ISIS-K.

TRIBUNJATENG.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan tentang betapa berbahayanya kelompok yang disebut ISIS-K.

Joe Biden menyinggungnya dalam pidato tentang proses evakuasi dari Afghanistan.

Dikatakan Biden, ISIS-K atau ISIS-Khorasan terus berusaha untuk menargetkan bandara, menyerang pasukan AS dan sekutunya, serta menyerang warga sipil tak berdosa.

Baca juga: Serangan di Luar Bandara Kabut Tewaskan 60 Warga Afghanistan dan 13 Tentara AS, Ratusan Lainnya Luka

"Semakin lama kami di sana, semakin kami berisiko diserang oleh ISIS-K, yang juga adalah musuh besar Taliban," ujar Biden pada Selasa (24/8/2021).

Dalam perkembangan terbaru, ISIS-K megeklaim bertanggung jawab dalam serangan bom di luar bandara Kabul, yang membunuh puluhan tentara AS maupun warga sipil Afghanistan.

Sebenarnya, apa itu ISIS-K?

Banyak yang familiar dengan nama ISIS alias Negara Islam di Irak dan Suriah.

Sementara ISIS-K yang dimaksudkan Biden merujuk pada ISIS-Khorasan.

Melansir KSL, ISIS-K merupakan "afiliasi" ISIS di Pakistan dan Afghanistan.

Khorasan sendiri adalah istilah modern untuk wilayah timur Persia kuno sejak abad ke-3.

Khorasan meliputi wilayah yang kini merupakan bagian dari Iran, Afganistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Menurut laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS), ISIS-K terlibat dalam hampir 100 serangan terhadap warga sipil di Afghanistan dan Pakistan sejak 2017.

 
Kelompok tersebut juga terlibat bentrokan dengan pasukan keamanan dari AS, Afghanistan, dan Pakistan, sebanyak sekitar 250 kali.

Menurut USA Today, ISIS-K dan Taliban tidaklah akur dan saling bertempur satu sama lain. Bahkan kedua kelompok ini sering jual-beli tembakan.

USA Today mewartakan, ISIS-K bahkan mengecap Taliban tidak cukup taat dalam menjalankan “syariat Islam” versi mereka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved