Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kategori PPKM Kota Semarang Turun Level 3, Hendi Kawal Penerapan Protokol Kesehatan di Mal

Salah satu poin yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang adalah dibukanya kembali pusat-pusat perbelanjaan.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas Pemkot Semarang
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau salah satu mal di ibukota Provinsi Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seiring penurunan level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Kota Semarang dari level 4 menjadi level 3, salah satu poin yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang adalah dibukanya kembali pusat-pusat perbelanjaan.

Guna memastikan protokol kesehatan dijalankan secara maksimal, beberapa waktu lalu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun melakukan peninjauan ke salah satu mall di ibu kota Provinsi Jawa Tengah. 

Di samping meninjau jalannya program vaksinasi yang juga dilangsungkan di beberapa mall di kota Semarang, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu juga memantau  pemberlakuan protokol kesehatan usai diperbolehkannya mal-mal beroperasi kembali.

Baca juga: Genk Anak Punk Banyumas Bunuh Anggota Hutang Rp 15 Ribu: Mayat Dibuang di Cilacap

Baca juga: Semangat Aku Sedulurmu, Brimob dan Mahasiswa Untag Sisir Jalan Semarang Bagikan Sembako dan Masker

Baca juga: Kaji Tambari Juarai Lomba Ngomong Ngapak Tegalan

"Alhamdulillah, secara umum pengelola mal sudah siap dan tertib dalam memenuhi ketentuan protokol kesehatan," ujar Hendi.

Secara umum pengelola mall-mall di Kota Semarang sudah tertib di dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan sesuai Instruksi Mendagri, Kementerian Perdagangan dan Instruksi Wali kota Semarang khususnya terkait aturan-aturan yang berkaitan dengan pengelolaan pusat perbelanjaan di masa pandemi.

Hendi menerangkan sebelum diijinkan buka, pengelola mall sudah melakukan uji coba dan hasilnya lancar.

“Ada 6 mal di Kota Semarang yang menjalani uji coba. Total 138 pusat perbelanjaan di Kota Semarang, Jakarta, Bandung dan Surabaya. Untuk di Kota Semarang hasil uji coba lancar, semua mal sudah ada barcode untuk pengunjung yang akan masuk,” lanjut Hendi.

Barcode yang dimaksud terdapat pada aplikasi peduli lindungi yang wajib diinstal di gawai atau smartphone.

Dari barcode tersebut dapat dipantau jumlah pengunjung di mall sehingga tidak melebihi kapasitas.

“Di pintu masuk semua mall sudah disediakan scan barcode yang terkoneksi dengan aplikasi peduli lindungi. Sehingga pengunjung termonitor hanya yang sudah vaksin dan jumlah pengunjung juga termonitor tidak akan melebihi ketentuan,” terang Hendi.

Hendi mengharapkan masyarakat dapat memahami bahwa prosedur untuk masuk mall memang ada ketentuan yang harus dipenuhi.

Untuk itu, bagi pengelola dan pekerja mall di Kota Semarang beberapa waktu telah dilaksanakan vaksinasi massal hasil kerja sama Polrestabes Semarang dan Pemkot Semarang.

Baca juga: Butik Antam Semarang: Investasi Emas Masih Potensial saat Pandemi

Baca juga: Panen Raya, Harga Cabai di Sragen Anjlok

Baca juga: Rumah Roboh Karena Lapuk, Jiyem Warga Kalijambe Sragen Terima Bantuan dari PMI Sragen

Diharapkan dengan pengelola mall dan pengunjung yang sudah divaksin serta penerapan protokol kesehatan yang ketat mal-mal dapat beroperasi dengan baik dan masyarakat merasa aman dan nyaman selama berbelanja di mal.

"Harapannya dengan mulai beroperasinya mal-mal memberi dampak positif terhadap kebangkitan perekonomian khususnya di Kota Semarang tanpa kemudian menimbulkan klaster penularan Covid-19 yang baru," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved