Serangan Bom di Afghanistan: Biden Janjikan Balasan
Biden telah memerintahkan komandan militer AS mengembangkan rencana operasional untuk menyerang aset, kepemimpinan, dan fasilitas ISIS-K.
TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden berjanji akan memburu para pelaku serangan bom bunuh diri di luar Bandara Kabul yang menewaskan ratusan orang, termasuk tentara AS.
"Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan lupa. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar," kata Biden, merujuk kelompok ISIS-K, yang disebut-sebut sebagai pihak yang berada di balik serangan di luar Bandara Kabul.
Biden pun telah memerintahkan komandan militer AS untuk mengembangkan rencana operasional untuk menyerang aset, kepemimpinan, dan fasilitas ISIS-K.
“Kami akan merespons dengan kekuatan dan ketepatan di waktu kami, di tempat yang kami pilih dengan cara yang kami pilih,” kata Biden yang menolak untuk memberikan secara spesifik waktunya.
Dalam pidato yang sama, Biden bersumpah untuk membela kepentingan Amerika dengan setiap tindakan pemerintahannya.
“Teroris ISIS ini tidak akan menang. Kami akan menyelamatkan Amerika. Kami tidak akan gentar oleh teroris-teroris. Amerika tidak akan terintimidasi,” tandasnya.
Seperti diketahui, sebanyak dua bom meledak di luar area Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan pada Kamis (26/8). Dua pengebom bunuh diri dilaporkan meledakkan diri sambil mendekati kerumunan orang di satu gerbang bandara.
Ledakan itu memakan banyak korban jiwa karena terjadi ketika bandara tengah disesaki warga yang berbondong untuk dievakuasi dari Afghanistan setelah Taliban berkuasa.
Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (27/8), menurut laporan dari seorang sumber di Kementerian Kesehatan Afghanistan, setidaknya sebanyak 103 orang yang terdiri dari 90 warga sipil Afghanistan dan 13 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dalam serangkaian serangan tersebut.
Sementara itu, sebanyak 1.338 orang saat ini dalam kondisi terluka, termasuk 18 tentara AS, dan pasukan keamanan Taliban.
Ledakan bom pertama terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat di dekat Hotel Baron, dekat perimeter Bandara Internasional Hamid Karzai.
Hotel itu digunakan oleh pejabat Inggris untuk memproses warga Afghanistan yang ingin pergi ke Inggris. Ledakan tersebut diikuti oleh suara tembakan.
Sedangkan ledakan bom kedua terjadi di dekat Abbey Gate, satu pintu masuk utama Bandara Internasional Hamid Karzai sebagaimana dilansir BBC.
Laporan menyebut, ledakan kedua terjadi di dekat saluran pembuangan, di mana warga Afghanistan sedang menunggu untuk diproses.
Dalam sebuah pernyataan, kelompok teroris ISIS-Khorasan (ISIS-K) dikabarkan mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut, tak lama setelah insiden itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/presiden-terpilih-as-joe-biden-menyampaikan-sambutan-di-wilmington-delaware.jpg)