Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Ini Manfaat Tumbuhan Kangkung Pagar, Penyubur Rambut Alami dan Obat Bisul

Zat besi yang terkandung dalam kangkung, memiliki manfaat untuk membantu pertumbuhan rambut baru.

Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Tumbuhan Kangkung Pagar 

TRIBUNJATENG.COM - Bagi Anda yang sering jalan-jalan di pinggir hutan atau lahan-lahan berair pasti sering ketemu dengan tumbuhan ini.

Daunnya mirip dengan kangkung pada umumnya hanya perawakannya yang besar dan tumbuh tegak berbatang.

Hati-hati dnegan tanaman ini, daun dan bunganya beracun.

Jadi jangan sampai tertelan.

Manfaat
Daun, akar, dan bunganya meski beracun, namun juga berkhasiat obat.

Daun dapat digunakan untuk melegakan perut yang mulas.

Minyak dari bijinya dapat menyuburkan rambut dan obat bisul.

Batang kangkung pagar dapat dimanfaatkan untuk membuat kertas.

Zat besi yang terkandung dalam kangkung, memiliki manfaat untuk membantu pertumbuhan rambut baru.

Beberapa sumber juga menyebutkan manfaat tumbuhan kangkung pagar untuk mengatasi masalah ketombe serta dapat membuat rambut Anda hitam berkilau karena kandungan vitamin E nya.

Shampo kangkung untuk mengatasi ketombe sangat mudah untuk dibuat.

Cukup merendam kangkung selama satu malam hingga air rendaman berwarna kebiruan, saring airnya dan gunakan sebagai shampo secara rutin untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Morfologi
Kangkung pagar memiliki batang berbentuk yang berbeda dengan tipe kangkung lainnya, yakni batangnya berkayu, bergetah, banyak ruas, bercabang, warna hijau.

Meskipun sering ditebas jika masih ada batang yang ada di dalam tanah, akan langsung tumbuh kemali.

Batangnya sangat mudah distek. Selain itu, Krangkungan juga berkembangbiak dengan biji. Bunga bervariasi, yakni ungu muda, ungu sangat pucat, pink, bahkan putih yang berbentuk terompet, tetapi umumnya berwarna ungu muda kemerah-merahan.

Warna putihnya dibagi menjadi 2 variasi, yaitu putih murni (pure white) dan putih dengan pink atau ungu pucat pada kerongkongan tabung bunganya. Bunganya tersusun dalam tandan, termasuk bunga sehari, yakni mekar pagi hari dan layu menjelang sore atau saat bunga kehujanan.

Kandungan

Daun dan batang kangkung pagar mengandung alkaioida, saponin, flavonoida, dan tannin.

Ekologi
Habitat alami tumbuhan Kangkung pagar di tempat-tempat yang terpapar matahari namun tanahnya tetap mendapatkan pasokan uap air atau kelembaban, seperti pada tepi sungai, saluran air, persawahan, bahkan pekarangan.

Bunganya memang cantik, meskipun begitu banyak kelemahannya, antara lain batangnya relatif tingi, ukuran cabang lumayan panjang.

Banyak ditemukan di pinggir jalan, daerah terganggu, lahan terlantar, parit drainase, sabana, dataran rendah, parit dan tepi sungai.

Pertumbuhan kangkung pagar tergantung musiman, tercepat dan tertinggi di bulan September hingga Oktober dan terendah di bulan Juni hingga Juli.

Sebaran
Kangkung pagar berasal dari Amerika latin, seperti Argentina, Bolivia, Brazil, Colombia, Costa Rica, Guyana, Guatemala, Jamaica, Mexico, Nicaragua, Panama, Paraguay, Peru dan Venezuela. Kemudian menyebar ke India dan beberapa bagian di dunia ini termasuk Asia selatan.

Di Indonesia tumbuhan ini tersebar merata di seluruh provinsi. Di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi Pati Barat dapat ditemi di Cagar Alam Keling II/III kecamatan Keling dan CA Gunung Celering Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.(*)

Penulis

Budi Santoso
PEH Muda BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved