BERITA NASIONAL
Dr Aqua: Nakes Harus Terus Belajar Memberi Pelayanan Melebihi Kepuasan Pelanggan
Siapapun yang mendapat amanah menjadi tenaga kesehatan (nakes). harus siap berada di garda terdepan jika bekerja di rumah sakit manapun.
Penulis: Erwin Ardian | Editor: Erwin Ardian
Namun kesulitan berkomunikasi juga sering terjadi karena memang kemampuan seseorang belum sampai,” kata pria yang juga anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi (ISKI) Pusat ini.
Salah satu hal sederhana dalam berkomunikasi empatik adalah jangan gengsi mengucapkan kata “tolong”, “maaf”, dan terima kasih”.
“Sangat sepele tapi banyak orang yang melupakan bahkan tidak peduli. Padahal sikap rendah hati dan santun justru adalah tingkat komunikasi yang tertinggi sekaligus mendasar karena menihilkan ego kita,” kata pria dengan jejaring pertemanan sangat luas tersebut.
Dr Aqua yang telah bertekad mengisi 90 persen waktunya untuk silaturahim dan berbuat kebaikan sosial ini mengingatkan untuk tidak lupa membangun komunikasi silaturahim dalam lingkungan pergaulan Dalam setiap hubungan silaturahim yang dilakukan, ada beberapa hal yang menjadi kunci, yakni, komitmen, peduli dan mendoakan sesama.
“Intinya sebenarnya adalah menghargai orang lain, bukan memikirkan apa yang akan didapat tapi berpikir dan berusaha apa yang bisa diberikan. Dengan begitu hubungan yang baik akan terjalin lebih akrab,” kata Dr Aqua.
Staf Ahli Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Bidang Komunikasi Publik ini kemudian menyodorkan filosofi hidup untuk menjadikan setiap orang yang ditemui sebagai guru, khususnya guru kehidupan. “Semua orang yang kita temui dapat menjadi pelajaran hidup bagi sesama,” kata Dr Aqua menegaskan.
Mantan wartawan di banyak media besar ini melanjutkan, persahabatan sejati adalah kebahagiaan dan kegembiraan yang muncul dari lubuk hati yang paling dalam. “Hal itu karena kekuatan silaturahim dan anugerah dari TuhanYang Maha Kuasa,” ucap pehobi silaturahim ini.
Menurut pria yang rendah hati itu dalam bekerja, setiap orang hendaknya memperhatikan rumus empat “as” yang akan melahirkan “as” yang kelima. Hal tersebut sangat penting sebagai acuan agar sukses melaksanakan semua aktivitas.
“Kunci dalam bekerja adalah sikap ikhlas, inilah energi utama dalam bekerja dan melakukan aktivitas apapun. Serahkan semua hal kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kedua bekerja dengan cerdas yakni beraktivitas dengan efektif dan efisien. Upayakan melakukan "multitasking" dengan penekanan skala prioritas. Melaksanakan beberapa kegiatan sekaligus,” ungkap Dr Aqua.
Kemudian, bekerjalah dengan keras karena menunjukkan konsistensi. Ini menjadi keharusan agar hasilnya sesuai dengan doa dan harapan.
“Setelah bekerja keras, jalankanlah dengan tuntas. Jangan setengah-setengah. Bila perlu menginap di kantor ketika menyelesaikan sebuah tugas penting karena hal ini terkait dengan kredibilitas kita. Ketika kita menjalankan keempat "as" dengan baik, maka semua aktivitas dan pekerjaan kita akan berkualitas. Lakukanlah hal ini secara konsisten dan terus-menerus,” tutur Dr Aqua menguraikan.
Sikapi Secara Positif
Menurut doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) Bandung itu sampai saat ini, tidak ada yang tahu sampai kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Untuk itu kita perlu menyikapinya secara positif dengan ikhlas.
“Tidak ada yang tahu pandemi Covid-19 sampai kapan. Namun, intinya adalah teruslah bekerja dan membangun sinergi luar biasa. Kuncinya ikhlas dan lakukan semua hal dengan penuh sinergi dan kolaborasi atau kerjasama.
Sikap ikhlas dalam pekerjaan adalah bekerja secara totalitas dengan menggunakan hati dan jangan berpikir apa yang kita dapatkan. Mulailah dengan sederhana, berdoa, dan mulai bekerja dengan tidak hitung-hitungan. Lakukan dengan penuh keyakinan dan insya Allah nanti kebaikan akan kita dapatkan,” tegas Dr Aqua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/040921nakes.jpg)