Breaking News:

Berita Pendidikan

Unwahas Semarang Bangun Rumah Sakit Pendidikan, Ada Fasilitas Pusat Informasi Kesehatan

Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang membangun rumah sakit pendidikan di kompleks kampus Fakultas Kedokteran Gunungpati, Kota Semarang.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (kanan) bersama Ketua Yayasan Wahid Hasyim, Prof Noor Achmad saat melihat lahan yang akan dijadikan rumah sakit pendidikan Unwahas dan pengembangan fakultas kedokteran. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang membangun rumah sakit pendidikan di kompleks kampus Fakultas Kedokteran Gunungpati, Kota Semarang.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, pengurus Yayasan Wahid Hasyim Semarang (YWHS), pimpinan Unwahas, dan para kiai NU, Senin (6/9/2021).

"Adanya rumah sakit ini menjadikan kualitas kesehatan di Kota Semarang meningkat. Pengangguran juga berkurang karena rumah sakit membuka lapangan pekerjaan. Yang paling penting, masyarakat sekitar ikut mendapatkan pelayanan kesehatan," kata Wali Kota Hendi, panggilan akrabnya.

Baca juga: Kapolda Jateng Cek Vaksinasi Ponpes di Batang, Targetkan 600 Santri Tervaksin

Baca juga: DKK Kudus Usulkan Pengalihan Anggaran DBHCHT untuk Rehabilitasi 15 Puskesmas Pembantu

Baca juga: Kata Amien Rais Soal Baliho Puan Maharani: Disangka akan Berpengaruh Ternyata Malah Get Less

Ia juga menyoroti jumlah tenaga kesehatan di Indonesia yang masih sangat sedikit. 0,4 tenaga kesehatan dari 1.000 penduduk atau dengan kata lain 4 tenaga kesehatan mengurusi 10.000 penduduk.

Oleh karena itu, Hendi mengapresiasi upaya Unwahas untuk mencetak lebih banyak tenaga kesehatan dari Fakultas Kedokteran yang nantinya akan dilatih di rumah sakit tersebut.

"Apa yang dilakukan Unwahas, saya sebagai tidak hanya wali kota, tetapi juga warga NU mendukung sepenuhnya dengan memberikan perizinan (rumah sakit) yang ada," ujarnya.

Sementara, Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof Noor Achmad menuturkan, dalam tahap pertama ini menyediakan lahan satu hektare terlebih dahulu yang nantinya untuk klinik sebelum dibangun rumah sakit.

"Kami kembangkan klinik dulu, setelah itu mencoba memasyarakatkan ada klinik dan rumah sakit, agar masyarakat tahu. Nantinya rumah sakit tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga masyarakat umum," jelasnya.

Ia berharap nantinya rumah sakit milik Unwahas ini memiliki peralatan modern.

Kemudian, bisa menjadi pusat informasi kesehatan.

Menurutnya, pusat informasi kesehatan tersebut untuk melawan sebaran berita bohong atau hoaks soal kesehatan, apalagi saat pandemi ini.

Ia menargetkan klinik ditargetkan selesai dibangun tahun ini. Sehingga pada awal 2022 sudah dimulai pembangunan rumah sakit.

Baca juga: Proyek Revitalisasi Tahap Dua Alun-alun Kota Tegal Dimulai, Ada Flyng Deck dan Air Mancur Menari

Baca juga: Riri Belajar Mengelola Emosi dari Buku The Secret, Pikiran Bakal Mempengaruhi Lingkungan

Baca juga: Video M Hizba Zaka Putra Terpilih Jadi Ketum Askot PSSI Pekalongan

"Tenaga medis, dokter, dan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit masih kurang. Adanya rumah sakit dan fakultas kedokteran bisa memenuhi ketimpangan rasio penduduk dan tenaga kesehatan. Literasi kesehatan dan informasi juga harus baik, tidak terbuai dan terjerumus informasi tidak benar," ucapnya.

Rumah sakit ini nantinya juga akan dinamakan RS Wahid Hasyim. Kehadiran rumah skait ini merupakan bagian dari rangkaian panjang cita-cita para kiai NU di Jateng untuk memiliki berbagai fasilitas layanan pendidikan, kesehatan, dakwah, dan sebagainya yang didedikasikan untuk masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved