Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Sidaguri, Tumbuhan Penakluk Penyakit Asam Urat

Asam urat merupakan penyakit yang tidak bisa disepelekan. Dewasa ini asam urat mulai menyerang orang-orang yang berusia 30 tahun.

Tayang:
Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Tumbuhan Sidaguri Obat Asam Urat 

TRIBUNJATENG.COM - Asam urat merupakan penyakit yang tidak bisa disepelekan.

Dewasa ini asam urat mulai menyerang orang-orang yang berusia 30 tahun.

Ditandai dengan nyeri hebat pada sendi ini pada saat pagi hari, terutama saat baru bangun tidur atau malam hari menjelang tidur.

Penggunaan obat chemical disadari mempunyai banyak efek samping, sehingga kemudian masyarakat kembali menggnakan terapi herbal dalam mengobati asam urat.

Salah satunya adalah Sidaguri (Sida rhombifolia L.).

Sidaguri dipercaya masyarakat secara tradisional untuk mengatasi penyakit gout dan sebagai anti-inflamasi.

Manfaat

Salah satu publikasi Journal of Biological Sciences pada 2009 menyebutkan bahwa flavonoida dari ekstrak herba Sida rhombifolia L. mampu menghambat kadar asam urat darah hingga 55 persen.

Menurut Prof Dyah Iswantini dari IPB bahkan menyebutkan dengan penambahan seledri dan tempuyung, kemampuan sidaguri bisa sama seperti allopurinol yang bisa menghambat enzim xanthin oksidase.

Selain digunakan untuk terapi asam urat, tumbuhan ini juga dipercaya untuk membantu meredakan flu, demam, radang, disentri, sakit perut, kencing batu, bisul, radang kulit, dan eksim.

Khusus untuk akarnya, digunakan untuk mengatasi influenza, asma, disentri, susah buang air dan rematik.

Menurut Sastika dan Mulyani (2012) menyebutkan, ekstrak metanol dan etanol daun Sidaguri dengan konsentrasi 6% mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Klebsiela pneumouniae.

Klebsiella pneumoniae ini merupakan bakteri penyebab penyakit paru-paru.

Infeksi K. pneumonia akan memberikan penampakan pembengkakan paru-paru sehingga lobus kiri dan kanan paru-paru menjadi tidak sama, demam (panas-dingin), batuk-batuk (bronkhitis), penebalan dinding mukosa dan dahak berdarah.

Pemanfaatan sidaguri dilakukan dengan memanfaatkan batang dan akarnya sebanyak 100 gram.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved