Berita Kesehatan
Sidaguri, Tumbuhan Penakluk Penyakit Asam Urat
Asam urat merupakan penyakit yang tidak bisa disepelekan. Dewasa ini asam urat mulai menyerang orang-orang yang berusia 30 tahun.
Setelah dicuci dengan air bersih, kemudian direbus dengan air bersih kira-kira satu liter.
Sisakan sampai setengahnya, kemudian angkat dan dinginkan.
Minum air rebusan tersebut tiap pagi dan sore. Tambahkan sedikit gula batu untuk menghilangkan rasa langu.
Morfologi
Termasuk herba berupa semak kecil yang umurnya singkat.
Tingginya bisa mencapai 2 hingga 3 meter dengan daun berwarna hijau yang panjangnya dapat mencapai 15-85 mm dan lebar 3-40mm.
Daun tunggal dengan duduk daun berseling. Daun berbentuk bulat telur dengan tepi bergerigi. Bunganya dengan kelopak menyerupai cangkir yang berwarna kuning hingga orange pucat.
Bunga tumbuh di ketiak daun. Buahnya bulat agak pipih dengan warna hijau hingga coklat tua.
Kandungan
Ekstraksi tumbuhan Sidaguri menghasilkan antara lain alkaloid, hipoparin, flavonoid, triterpenoid, sterol, gula, vassisinol, vassisinon, betain, dan fenilalanin Sidaguri juga mengandung efedrin, kalsium oksalat, tannin, saponin, fenol, dan minyak atsiri (Sastika dan Mulyani, 2012).
Ekologi
Sidaguri dapat tumbuh dengan baik secara liar.
Tumbuh di tepi jalan, halaman berumput, hutan, ladang, dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung.
Tumbuh mulai dari ketinggian 5 - 1.450 mdpl.
Sebaran
Tanaman ini tersebar pada daerah tropis di seluruh dunia. Di Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi Pati Barat tersebar di keempat kawasan Cagar Alamnya yaitu Cagar Alam (CA) Keling Iabc, CA Keling II/III, CA Kembang dan CA Gunung Celering. Semua Cagar Alam tersebut terletak di Kabupaten Jepara.(*)
Penulis:
Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tumbuhan-sidaguri-obat-asam-urat.jpg)