Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Warga Binaan Rutan Solo Banjir Pesanan Ribuan Potong Kaus, Jadi Rutan Industri Pertama di Jateng

Warga Binaan Rutan Klas I Solo kebanjiran pesanan kaus sebanyak 3.000 potong, Selasa (7/9/2021). Industri garmen ini kerjasama dengan CV Amura Pratama

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Warga Binaan Rutan Klas I Solo kebanjiran pesanan berupa kaus sebanyak 3.000 potong, Selasa (7/9/2021). 

Rutan yang kini berubah menjadi industri garmen itu sebelumnya mendapatkan pesanan berupa goodie bag sebanyak 3.900 buah. 

Kepala Rutan Klas I Solo, Urip Dharma Yoga menyampaikan hari ini bahan kaus sudah datang. 

Diketahui, industri garmen di Rutan Klas I Solo merupakan hasil kerja sama dengan CV Amura Pratama. 

Baca juga: Kronologi Penganiayaan Taruna PIP Semarang Hingga Meninggal, Ini Penjelasan AKBP Donny Sardo

Baca juga: Apa Itu Gancet? Pemicu Fisik dan Psikis Wanita Bisa Alami Vaginismus

Baca juga: Zidan Taruna PIP Semarang Meninggal Dipukul Senior Gara-gara Hal Sepele

"Mulai kami kerjakan insya allah besok. Karena barang hari ini baru tiba sekira 6 karung besar," ucapnya. 

Urip menjelaskan, pabrik garmen di Rutan Klas I Solo yang bekerjasama dengan CV Amura Pratama itu merupakan pabrik garmen pertama di Jawa Tengah. 

"Kami bukan hanya melatih warga binaan, namun setelah dilakukan pelatihan menjahit juga mendapatkan pesanan," terangnya. 

Dari hasil pesanan itu, lanjut Urip, warga binaan juga mendapatkan upah. Dari pesanan goodie bag sebelumnya, warga binaan mendapatkan upah sebesar Rp 2 ribu per goodie bag. 

"Bisa mengerjakan seharinya dapat berapa dikalikan Rp 2 ribu," jelasnya. 

Pihaknya berupaya semaksimal mungkin akan mempertahankan untuk selamanya.

Untuk menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan. 

"Selain itu untuk menjadi bekal pada warga binaan selama menjalani masa tahanan. Termasuk upaya memberikan pelayanan pembinaan," terangnya. 

Baca juga: Sepasang Muncikari Semarang Tawarkan Anak-anak di Bawah Umur, Terbongkar Setelah Ortu Cari Anaknya

Baca juga: PPH Guru SD Wonogiri Cabuli Muridnya Selama Dua Tahun, Korban Curhat Menangis Saat Sudah SMP

Baca juga: Sumber Air PDAM Solo di Pos Semanggi Diduga Tercemar Limbah Ciu, Kini Pengolahan Air Dihentikan

Sementara itu, salah satu warga binaan, Dea, mengaku awal mendapatkan pelatihan masih susah untuk mengikuti. 

"Tapi kalau sudah tahu polanya, saya bisa menyesuaikan," ucap narapidana kasus narkoba itu. 

Setelah bebas, lanjut Dea, masih akan terus menggunakan kemampuan yang sudah dia dapatkan di dalam rutan. 

"Pasti. Ini kan juga ada program dari perusahaan setelah kita bebas bisa ngasih kerjaan," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved