Breaking News:

Berita Pekalongan

Pemkot Pekalongan Kaji Penggunaan Incinerator Atasi Permasalahan Sampah

Permasalahan sampah saat ini di Kota Batik masih menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan. Kondisi volume sampah membuat orangtua sedir.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
Dokumetasi Kominfo Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat berkunjung ke PT Pindad (Persero) Bandung 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Permasalahan sampah saat ini di Kota Batik masih menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan.

Bahkan, kondisi volume sampah di TPA Degayu, Kota Pekalongan saat ini telah mencapai 20 meter.

Oleh karena itu, guna mengatasi permasalahan tersebut Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid melakukan kunjungan kerja ke Kantor PT Pindad (Persero) Bandung dan PT Sankyo Incinerator pada Senin (6/9/2021).

Kunjungan Wali Kota Pekalongan ini dalam rangka meninjau produk industrial Pindad khususnya Stungta x Pindad.

Baca juga: Pejabat Pemkab di Purbalingga Ikuti Rakor Virtual Bersama KPK: Ingatkan Modus Korupsi Kepala Daerah

Baca juga: Mau Pinjam Buku? Perpustakaan Daerah Pati Maksimalkan Layanan Digital i-Pati Pintar selama PPKM

Baca juga: Wisata Kota Tegal Direncanakan Buka Oktober, Dedy Yon: Tunggu Level 2

Pemerintah Kota Pekalongan terus, mencari berbagai cara agar volume sampah yang dibuang ke TPA tersebut tidak semakin bertambah dan menumpuk. Langkah tersebut diambil dengan mengupayakan pengusulan anggaran untuk pengadaan Alat Pembakar Sampah (incinerator) yang mampu membakar sampah dengan asap ramah lingkungan pada Tahun Anggaran 2021 ini. Dimana, nantinya abu hasil dari pembakaran tersebut bisa dijadikan pupuk maupun alat campuran pembuatan semen/batako.

"Bahwa kunjungan kerja ke PT Pindad tersebut dilakukan dalam rangka, meninjau berbagai produk industrial Pindad, salah satunya Stungta x Pindad yang akan digunakan untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah di Kota Pekalongan," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan, Rabu (8/9/2021) saat rilis yang diterima Tribunjateng.com.

Aaf sapaan akrabnya Wali Kota Pekalongan mengakui, bahwa permasalahan sampah ini memang masih menjadi perhatian bersama untuk segera diatasi. Terlebih, pihaknya telah market sounding dengan beberapa kabupaten atau kota lain bahwa hal yang dihadapi adalah biaya (cost) yang tinggi untuk pengadaan alat penanganan sampah dan limbah tersebut.

Sehingga, perlu komitmen bersama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Tidak cukup dengan cost yang tinggi dan etos kerja dari Dinas Lingkungan Hidup, serta alat yang memadai yang sudah kami survey kemarin di PT Pindad dan PT Sankyo. Tetapi yang lebih utama adalah kesadaran masyarakatnya," imbuhnya.

Pihaknya menceritakan, saat meninjau permasalahan sampah di Bandung, Aaf menilai bahwa pengelolaan sampah di Kota Bandung sudah sangat baik sekali, baik mengenai tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS-3R), bank sampah, hingga kesadaran masyarakat untuk membuang dan memilah sampah dengan bijak mulai dari rumah.

Halaman
12
Tags
NO TAG
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved