Berita Semarang
Cerita MUA Semarang saat Pandemi, Terapkan Prokes Ketat dan Selalu Bawa Kuas Ekstra
Menjadi cantik di hari spesial adalah impian setiap wanita. Menggunakan jasa Make Up Artis atau MUA merupakan pilihan tepat saat ingin tampil cantik.
Penulis: Adelia Sari | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjadi cantik di hari spesial adalah impian setiap wanita.
Menggunakan jasa Make Up Artis atau MUA merupakan pilihan tepat saat ingin tampil cantik di hari pernikahan atau istimewa lain.
Namun, semenjak pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 membuat jasa MUA, khususnya di Kota Semarang ikut berdampak.
Satu di antaranya dialami oleh seorang profesional MUA Putri Wahyu Zunaeda (24).
Atau yang lebih dikenal dengan nama Bypoci.
Akibat pandemi yang Covid, dirinya sempat menolak sejumlah job untuk merias.
Baca juga: Demi Ingin Beli HP, Pemuda di Pekalongan Ini Menjambret, Ngebut Kabur Malah Tabrak Mobil di Depannya
Baca juga: Ceki Ceki Aplikasi Penghasil Uang Dapat Cuan dari Share Link ke Facebook, IG dan WA WhatsApp
Baca juga: Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar Buka Besok, Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Belum Boleh Masuk
"Dulu awal-awal pandmei sempat menolak. Karena masih takut dan parno," ucapnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (7/9/2021).
Namun seiring berjalannya waktu, wanita yang akrab disapa Putri ini mulai kembali menerima tawaran merias.
Tentunya ia menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Sebelum menerima jasa make up, Putri lebih dahulu memberikan penjelasan kepada calon kliennya tentang persyaratan saat merias.
Mulai dari tempat yang digunakan untuk merias, jika tempatnya tertutup dan sempit maka akan dibatasi orang yang masuk.
Hal itu bertujuan untuk menekan penyebaran virus.
Kemudian ia juga menanyakan tracing dari calon klien.
Apakah dalam kondisi sehat atau pernah kontak dengan orang yang terpapar Covid-19.
Dirinya juga akan mengatakan pada klien ketika kondisinya sedang tidak enak badan.