Breaking News:

Berita Internasional

Banyak Keluarga Tinggalkan Afghanistan karena Takut Kawin Paksa Taliban

"Kami melakukan perjalanan yang sulit untuk menyelamatkan dua saudara perempuan saya yang belum menikah ini," tutur Shinwari.

HOSHANG HASHIMI / AFP
Seorang pejuang Taliban berjalan melewati pembeli di sepanjang pasar Mandawi di Kabul, Afghanistan, Rabu (1/9). 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Berhasil melarikan diri dari Afghanistan yang kini dikuasai Taliban, Khalid Shinwari (25) merasa lega.

Shinwari berhasil mencapai Pakistan dalam beberapa hari terakhir.

Pria itu mengaku ia dan keluarganya pertama kali pindah ke Pakistan pada tahun 1990-an, tepatnya saat perang saudara melanda Afghanistan yang akhirnya membawa Taliban berkuasa.

Baca juga: 4 Orang Tewas saat Aksi Demonstrasi di Afghanistan, Taliban Dikecam karena Gunakan Senjata

"Ayah saya berpikir bahwa Pakistan akan menjadi tempat yang aman untuk dikunjungi, mengingat situasi yang bergejolak di Afghanistan," katanya, seraya menambahkan bahwa keluarganya menetap di Kohat.

"Kami menghabiskan beberapa tahun di kota itu bekerja keras siang dan malam."

Ternyata pada tahun 2007, situasi di Afghanistan kembali stabil dan banyak investasi mulai masuk ke negara itu, yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan bisnis yang berkembang pesat, kata Shinwari.

"Kami lantas memutuskan untuk kembali ke negara kami," ungkapnya kepada DW.

Keluarganya pun senang bisa kembali ke tanah air mereka meskipun ada gejolak di beberapa bagian negara.

Khawatir akan nasib anak perempuan

Runtuhnya pemerintah sipil Afghanistan dan pengambilalihan cepat negara itu oleh Taliban pada bulan lalu kini membuat keluarga Shinwari ketakutan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved