Cerita Rakyat Asal-usul Selat Bali
asal usul Selat Bali Manik Angkeran adalah pemuda yang gagah, berani dan pandai. Namun, manik Angkeran memiliki sifat yang bertolak belakang dengan ay
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Tetapi Naga Besukih heran kenapa ia tidak mendengarkan mantra-mantra yang biasa ia dengar dari Sidi Mantra. Kemudian Naga Besukih keluar untuk melihat siapa yang telah memanggilnya.
Setelah keluar, maka bertemulah Sang Naga dengan Manik Angkeran untuk pertama kali. Melihat manik Angkeran, Naga Besukih pun tak dapat menahan amarahnya.
“Hai Manik Angkeran. Ada apa engkau memanggilku dengan genta yang kau curi dari ayahmu itu?”
Dengan sikap memelas, Manik pun berkata, “Sang Naga bantulah aku. Berilah aku harta yang melimpah agar aku bisa membayar hutang-hutangku. Kalau kali ini aku tak bisa membayarnya, orang-orang akan membunuhku. Kasihanilah aku.”
Melihat kesedihan Manik Angkeran, Sang Naga pun merasa kasihan.
“Baiklah, aku akan membantumu. Tetapi dengan syarat jahuilah Judi,” jawab Sang Naga Besukih.
Naga Besukih pun membalikkan badannya untuk mengambil harta yang berada di dalam bumi. Pada saat Naga Besukih membenamkan kepalanya ke dalam bumi, Manik Angkeran pun melihat ekor Naga Besukih yang penuh dengan emas dan intan maka timbullah niat jahatnya untuk memotong ekor tersebut.
Sesegera mungkin Manik Angkeran mengeluarkan keris yang ia bawa dan memotong ekor Naga Besukih dengan satu kali tebasan.
Naga Besukih menggeliat dan segera membalikkan badannya.
Namun Manik angkeran telah pergi menjauhinya.
Naga Besukih pun pergi mencari Manik Angkeran ke segala pnjuru tetapi ia tidak menemukannya juga.
Naga Besukih hanyalah menemukan bekas telapak kaki Manik Angkeran.
Maka dari itu dengan kesaktiannya Naga Besukih membakar bekas telapak kaki Manik Angkeran.
Meskipun Manik Angkeran telah jauh tetapi dengan kesaktian Naga besukih, Manik Angkean dapat merasakan panasnya api Naga Besukih.
Sehingga Manik Angkeran terjatuh dan lama-kelamaan menjadi abu.