Cerita Rakyat Asal-usul Selat Bali
asal usul Selat Bali Manik Angkeran adalah pemuda yang gagah, berani dan pandai. Namun, manik Angkeran memiliki sifat yang bertolak belakang dengan ay
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Setelah itu Sidi Mantra memohon kepada Naga Besukih supaya anaknya dihidupkan lagi.
Naga Besukih menyanggupi permohonan Sidi Mantra tetapi dengan satu syarat Sidi mantra harus mengembalikan ekor Naga Besuki seperti semula.
Dengan kesaktiannya Sidi Manta pun mampu mengembalikan ekor Naga Besuki seperti semula.
Setelah itu Naga Besukih menghidupkan kembali Manik Angkeran.
Sebab hal itulah Manik Angkeran telah sadar dan meminta maaf kepada ayahnya serta ia berjanji tadak akan mengulangi perilaku buruknya lagi.
Manik angkeran juga meminta maaf kepada Naga Besukih.
Meskipun Manik Angkran telah berubah, Sidi mantra menyuruh Manik Angkeran untuk tetap tinggal di sekitar Gunung Agung.
Manik Angkeran pun menuruti perintah ayahnya itu. Kemudian Sidi Mantra pulang ke jawa Timur.
Sesampainya di Tanah benteng, Sidi Mantra menorehkan tongkatnya ke tanah untuk membuat garis yang memisahkan dirinya dengan Manik Angkeran.
Saat itu juga bekas torehan tongkatnya menjadi lebar dan bertambah luas sehingga air laut naik menggenanginya.
Genangan air laut itu terus melebar dan lama-kelamaan menjadi sebuah selat. Selat tersebutlah yang sekarang ini diberi nama “SELAT BALI”, yaitu selat yang memisahkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali.
(*)
Baca juga: Dongeng Putri Salju dan 7 Kurcaci, Cerita Rakyat Eropa Karangan Brothers Grimm
Baca juga: Dongeng Si Cantik dan Si Buruk Rupa, Cerita Lengendaris Prancis Beauty and the Beast
Baca juga: Dongeng Kancil dan Buaya di Sungai
Baca juga: Wanita Ini Bawa Ular saat Setor Uang ke ATM: Jadi Penjaga Selama Jalan