Breaking News:

Berita Semarang

Kebohongan Siswa PIP Semarang Soal Penyebab Kematian Zidan, Terungkap Setelah Polisi Periksa CCTV

Diperkuat keterangan para saksi di lapangan, akhirnya terbongkar kasus pemukulan berjamaah tersebut

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
Dok Polrestabes Semarang
Lima taruna PIP Semarang ditetapkan tersangka kekerasan berujung kematian di Kantor Polrestabes Semarang, Jumat (10/9/2021). 

Seorang taruna PIP bernama Zidan Muhammad Faza (21) Panggang, Jepara, meregang nyawa selepas dipukul seniornya atau terduga pelaku.

Terduga bernama Caesar Richardo Bintang Samudra Tampubolon (23) warga Mojosongo, Jebres, Kota Surakarta.

Aksi pemukulan berujung hilangnya nyawa dipicu soal sepele, terduga pelaku dan korban berserempetan di jalan.

Tepatnya di pertigaan Jalan Tegalsari Barat Raya, RT 2 RW 13,Candisari, Kota Semarang, Senin (6/9/2021) sekira pukul 22.00 WIB.

"Iya tadi malam ada suara teriakan keras di pertigaan tersebut. Tepatnya portal bambu depan gang. Portal itu kalau malam hanya cukup untuk satu motor," ujar warga Anjar kepada Tribunjateng.com, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, sebelum terdengar suara teriakan ada sepeda motor berboncengan dua orang melintas dari arah barat. 

Selepas teriakan itu tak menyadari jika ada kejadian penganiayaan.

Ia tak menghampiri lokasi kejadian meski hanya berjarak 20 meter dari rumahnya.

"Teriakannya Woiii gitu kenceng banget.

Saya kira biasa anak PIP suka gitu kan jadi tak biarin aja.

Ga tau kalo ada sampai penganiayaan," bebernya.

Ia menyebut, lingkungan tersebut memang banyak dihuni para mahasiswa PIP dari berbagai daerah.

Mereka sudah bertahun-tahun dari berbagai angkatan tinggal kontrak di mes tersebut.

"Di kawasan ini ada dua mes dari lokasi kejadian ya 100 meter arah timur," tuturnya.

Ia menyebut, memang beberapa oknum mahasiswa di PIP Semarang kadang berperilaku arogan.

Namun ia tak ambil pusing sejauh tak menganggu warga.

"Contoh kecil mereka parkir motor ga beraturan di jalan. Mereka kadang ya suka nerabas portal," ungkapnya.

Sementara kronologi kejadian penganiyaan dari pemeriksaan kepolisian disebutkan, korban berboncengan bersama seorang temannya melintas di pertigaan lokasi  kejadian.

Mereka lalu berpapasan dengan pelaku.

Ketika berpapasan tersebut, mereka  serempetan antara motor korban dan motor pelaku.

Selepas itu mereka semua berhenti.

Pelaku lantas menegur dan menasehati korban.

Kemudian pelaku melakukan pemukulan terhadap korban hingga terjatuh dan tak sadarkan diri.

Pelaku mengaku hanya melakukan tindakan pemukulan sebanyak satu kali di bagian perut. 

Melihat hal itu, pelaku kaget lalu membawa korban ke rumah sakit Roemani dibantu seorang teman korban.

Nahas, setiba di RS Roemani korban dinyatakan meninggal dunia.

Kasus tersebut masih dalam pemeriksaan Satreskrim Polrestabes Semarang. 

Sejumlah penghuni mes mahasiswa PIP Semarang yang lokasinya tak jauh dari tempat kejadian ketika dikonfirmasi Tribunjateng.com mengaku, tak mengetahui kejadian tersebut. 

"Kami ga tahu," tandas para mahasiswa yang berseragam cokelat itu. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved