Breaking News:

Bea Cukai Tanjung Emas

Bea Cukai Tanjung Emas Dukung Percepatan Ekspor Komoditas Unggulan Jawa Tengah

Bea Cukai Tanjung Emas dukung Tim Koordinasi Ekspor Peningkatan dan Percepatan Ekspor Pengelolaan Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Tengah.

Editor: abduh imanulhaq
BEA CUKAI TANJUNG EMAS
Bea Cukai Tanjung Emas dukung Tim Koordinasi Ekspor Peningkatan dan Percepatan Ekspor Pengelolaan Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Tengah, Selasa (7/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wujudkan kelancaran dan kemudahan kegiatan ekspor pengolahan sumber daya alam, Bea Cukai Tanjung Emas dukung Tim Koordinasi Ekspor Peningkatan dan Percepatan Ekspor Pengelolaan Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Tengah, Selasa (7/9/2021).

Mengatasi ekspor komoditas unggulan di tengah masa pandemi Covid-19 serta percepatan dan
pemulihan perekonomian Jawa Tengah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu menyampaikan telah dibentuknya tim koordinasi percepatan ekspor Triwulan II-2021 merupakan titik balik perbaikan ekonomi nasional dan Jawa Tengah, ekonomi sudah rebound dan tumbuh positif.

Dalam rapat membahas rencana kerja tim percepatan ekspor Jawa Tengah Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin mengusulkan, “Ke depan perlu perubahan bongkar holtikultura agar Tanjung Emas dapat menjadi pelabuhan masuk sehingga alokasi kontainer eks-impor dapat digunakan untuk ekspor, untuk mengoptimalkan dan mengakomodir ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Emas.”

Jika nanti ingin dikembangkan, Anton menambahkan,"Pelabuhan Batang yang paling realistis untuk dikembangkan, dibandingkan Pelabuhan Kendal karena kedalamannya lebih dapat mengakomodir kapal besar.”

Terkait ketersediaan kontainer untuk mendukung ekspor, saat ini kontainer kosong tersedia, namun para eksportir enggan untuk menyewa karena harganya yang mahal.

Hal ini disebabkan karena penurunan perdagangan global di awal 2020 dan tidak seimbangnya supply & demand pergerakan kontainer.

Saat ini telah dikoordinasi dengan pihak terkait untuk kemungkinan Insentif, Relaksasi serta monitoring kontainer existing dan percepatan penyelesaian.

“Bea Cukai telah memberikan fasilitas-fasilitas yang mendukung proses tersebut di antaranya Percepatan Penyelesaian Kontainer BTD sehingga bisa dimanfaatkan untuk eskpor. Bagi kawasan berikat yang mengalami penumpukan inventori, diberikan fasilitas pengeluaran sementara, untuk ditimbun di luar, sambil menunggu ketersediaan kontainer serta Monitoring Ketersediaan dan Kebutuhan Kontainer yang dilaporkan tiap kuartal,” terang Anton.

Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia menyatakan masalah utama ada pada buyer.

Dukungan dari semua instansi dari Setda Provinsi Jawa Tengah, Barantan, Bea Cukai dan semua pihak akan menjadi bottleneck saat buyer tidak ada.

“Bea Cukai akan memfasilitasi buyer jika diperlukan dengan berkoordinasi dengan atase Bea Cukai yang berada di negara buyer,” imbuh Anton. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved