Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Kesepakatan dengan Australia Gagal, Prancis Merasa Ditikam dari Belakang & Tuduh AS Biang Keladinya

Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia membentuk aliansi yang membuat Prancis tersisih.

Tayang:
Tribunnews.com/JAY CRONAN / DEPARTEMEN PERTAHANAN AUSTRALIA / AFP
Gambar yang diambil pada 11 Februari 2019 dan dirilis oleh Departemen Pertahanan Australia ini menunjukkan Perdana Menteri Australia Scott Morrison (tengah) berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan Australia Christopher Pyne (kiri) dan Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly (kanan) setelah menandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis kapal selam senilai 66 miliar dolar AS di Canberra. 

TRIBUNJATENG.COMAmerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia membentuk aliansi yang membuat Prancis tersisih.

Prancis menuduh Amerika Serikat telah menggagalkan kesepakatannya dengan Australia.

Kamis (16/9/2021), Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan bahwa ia merasa sangat marah dan kecewa atas kesepakatan Aliansi Indo-Pasifik itu.

Baca juga: Tiga Negara Bentuk Aliansi Indo-Pasifik, Disebut untuk Lawan China

Ia menilai pakta tersebut sebagai pelanggaran kepercayaan.

"Keputusan brutal, sepihak, dan tak terduga ini mengingatkan saya pada apa yang dulu dilakukan Trump," kata Le Drian kepada radio Franceinfo.

"Ini tidak dilakukan di antara sekutu,” katanya, seperti dilansir dari  Al Jazeera.

Le Drian mengeluarkan pernyataan sehari setelah AS, Inggris,dan Australia mengumumkan kemitraan pertahanan Aliansi Indo-Pasifik, yang dijuluki Aukus.

Kesepakatan Aukus akan membantu Australia memperoleh kapal selam bertenaga nuklir dari AS.

Hal ini berdampak dengan keputusan Australia untuk membatalkan kontrak dengan Prancis yang disepakati pada 2016 lalu.

Kontrak tersebut adalah pembelian kapal selam bertenaga diesel Prancis bernilai puluhan miliar dolar AS.

Padahal baru dua minggu lalu, menteri pertahanan dan luar negeri Australia telah menegaskan kembali ke Paris tentang kesepakatan 2016 dengan pembuat kapal Prancis Naval Group, untuk menggantikan kapal selam Collins Prancis yang berusia lebih dari dua dekade.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pun telah memuji kerjasama puluhan tahun di masa depan ketika menjamu Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada bulan Juni.

“Itu tusukan dari belakang. Kami membuat hubungan saling percaya dengan Australia dan kepercayaan itu telah rusak,” kata Le Drian.

Menanggapi pertanyaan kemungkinan Prancis telah dibohongi oleh Washington atas apa yang pernah disebut Le Drian sebagai kontrak abad ini untuk pangkalan angkatan laut Prancis, Le Drian  menjawab: "Analisis Anda tentang situasi ini kurang lebih benar.”

“Kami akan meminta klarifikasi. Kami memiliki kontrak, Australia perlu memberi tahu kami bagaimana mereka berniat untuk keluar dari kontrak tersebut,” katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved