Berita Solo
Kisah Pasutri dan 7 Anaknya Tidur di Angkringan Jualan karena Disuruh Pergi karena Nunggak Bayar Kos
Suami dan istri beserta 7 anaknya tidur di gerobak angkringan yang sehari-hari mereka pakai jualan, Kamis (16/9).
Lurah Kartasura Agus Jaelani mengatakan, Cahyo dan keluarga masih tercatat sebagai warga Kartasura.
Namun, sudah lama tidak tinggal di Kartasura. Selama ini, ungkap Jaelani, Cahyo dan keluarganya tidak memiliki tempat tinggal yang menetap. Mereka selalu berpindah-pindah tempat. "Dia ke Klaten pernah dan selalu pindah-pindah. Yang terakhir di sini berjualan di sini," ungkap Jaelani.
Jaelani mengatakan, pemerintah akan memfasilitasi Cahyo dan keluarga agar bisa mendapat tempat tinggal layak. "Sambil kita berjalan. Ini kan mata pencarian beliau biar usahanya jalan.
Terpenting nanti tempat untuk tinggalnya. Kita akan komunikasikan dengan Mas Cahyo," tutur dia.
Direspon Pemda
Dinas Sosial Sukoharjo mendatangi warung angkringan tempat Cahyo tinggal bersama keluarga dengan membawa bantuan sembako dan keperluan lainnya. Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Sukoharjo Sukimin mengatakan, pemerintah akan memberikan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) kepada keluarga Cahyo.
"Memang syaratnya harus punya tanah. Karena tanahnya belum ada nanti pemerintah mengusahakan itu," kata Sukimin seusai memberikan bantuan kepada keluarga Cahyo di Kartasura, Sukoharjo, Kamis (16/9).
Mengenai pendidikan anak-anaknya, lanjut Sukimin, pemerintah akan memasukkan anaknya ke panti. Sedangkan anaknya yang besar akan disekolahkan.
Tidak hanya itu, kata Sukimin, pemerintah akan memberikan keterampilan kepada anak Cahyo melalui Balai Taruna Yuda.
"Semuanya gratis nanti dibayar oleh Bupati (Etik Suryani). Dikasih pembekalan keterampilan," kata dia. Sukimin mengaku, Pemkab Sukoharjo akan memberikan jaminan kesehatan untuk keluarga Cahyo.
"Semua jaminan kesehatan dijamin pemerintah. Tetapi itu kelas tiga. 10 orang anaknya tadi sudah dijamin semua," terang dia. (Kompas.com)