Breaking News:

Berita Kebumen

Menengok Kampung Garam di Pesisir Kebumen, Wisatawan Bisa Lihat Langsung Produksi Garam

Siapa tak mengenal garam, senyawa ionik ini biasa gunakan masyarakat untuk mengasinkan makanan.

TRIBUNBANYUMAS. COM, KEBUMEN -- Siapa tak mengenal garam, senyawa ionik ini biasa gunakan masyarakat untuk mengasinkan makanan. Tak ayal barang ini wajib ada di dapur, bersanding dengan bahan bumbu lainnya.  

Tetapi mungkin tidak banyak yang tahu, bagaimana garam diproduksi hingga sampai di tangan masyarakat. Untuk menemukan jawabannya, tak ada salahnya berkunjung ke Kampung Garam di Desa

Iya, Kabupaten Kebumen bukan hanya terkenal dengan destinasi wisata pantai yang menawan. Daerah ini juga dikenal sebagai penghasil garam berkualitas. Satu di antaranya berada di Desa Tlogopragoto Kecamatan Mirit yang kini menjelma menjadi Kampung Garam

Siang itu, Jumat (17/9/2021), cuaca di pesisir Desa Tlogo amat terik. Angin yang bertiup kencang sedikit menyapu panas di kulit. Cuaca ini cukup mendukung produksi garam di kampung ini. 

Dengan begitu, air laut di dalam sistem tunnel cepat menguap dan mengkristal menjadi butiran garam.  Menariknya, setiap tahapan produksi garam ini bisa disaksikan langsung oleh wisatawan. 

“Kampung Garam jadi pusat produksi garam dan wisata edukasi, "kata Winarti, Kepala Bidang Usaha Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen, Sabtu (18/9/2021) 

Sejumlah pengunjung tak melewatkan kesempatan untuk berswafoto dengan latar tunnel dan timbunan garam. Plang wisata edukasi Kampung Garam di pintu masuk juga jadi spot andalan pengunjung untuk berfoto ria. 

Menurut Winarti, Kampung Garam dibangun menggunakan anggaran Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tahun 2020. Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali menyuntikkan dana untuk pembangunan sarana prasarana (sarpras) Kampung Garam di tahun 2021 ini. 

Pembangunan Kampung Garam ternyata punya tujuan ganda. Melalui intensifikasi, termasuk peningkatan sarana prasarana, produksi garam kelompok itu diharapkan bisa terdongkrak.

Bukan hanya pusat produksi garam berkualitas, Kampung Garam sekaligus menjadi tempat wisata edukasi. 

Wisatawan bukan hanya bisa menikmati pemandangan langka tunnel garam dan berbagai fasilitas yang ada.  Mereka pun bisa melihat langsung produksi garam yang bersumber dari air laut selatan. 

Ada guide atau pengelola kelompok yang setiap hari stand by di lokasi wisata. Mereka siap melayani dan menjelaskan tahapan produksi garam ke pengunjung. 

“Apabila mau datang untuk studi, bisa juga berkirm surat, nanti kami siapkan materi, narasumber dan settingan acaranya,”katanya

Pengunjung pun tidak akan pulang dengan tangan hampa. Mereka bisa membeli produk garam kelompok yang telah teruji mutunya. Menariknya, kelompok bukan hanya menyediakan garam konsumsi. Ada garam yang diperuntukkan untuk terapi kesehatan (spa), hingga garam untuk menyuburkan lahan dan usaha peternakan. (*)

Baca juga: Timsus Pasopati Polres Pati Razia Tempat Karaoke, 43 Orang Digiring ke Sat Samapta

Baca juga: Manfaatkan Potensi Alam, Jumlah Perajin Batu ‎di Desa Jurang Bertambah Selama Pandemi

Baca juga: Pemimpin Teroris Poso Ali Kalora Tewas Tertembak Setelah Bertahun-tahun Diburu

Baca juga: Lakukan Vaksinasi Lebih Dekat di Masyarakat, Capaian Vaksin Dosis 1 Semarang Capai 93,8 persen

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved