Berita Regional
Gubernur Papua Sayangkan Aksi Brutal KKB Bunuh & Lecehkan Nakes di Tengah Kebutuhan SDM
Gubernur Papua, Lukas Enembe menyayangkan aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membunuh tenaga kesehatan (Nakes) dan melecehkan serta m
TRIBUNJATENG.COM, JAYAPURA - Gubernur Papua, Lukas Enembe menyayangkan aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membunuh tenaga kesehatan (Nakes) dan melecehkan serta melukai empat orang lainnya, di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Melalui juru bicaranya, Muhammad Rifai Darus, menyampaikan rasa duka atas tewasnya suster Gabriella Maleani akibat aksi kejam KKB pada Senin (13/9/2021) lalu.
Menurut dia, saat ini Papua masih membutuhkan banyak nakes yang mau mengabdi di wilayah-wilayah pelosok.
Baca juga: Cerita Nakes Selamat dari KKB di Kiwirok: Lompat Jurang Tetap Dikejar, Dianiaya & Dilecehkan
Baca juga: IKA FKM Uncen Serukan Nakes Tinggalkan Pegubin Pasca-Aksi Brutal KKB Papua di Puskesmas Kiwirok
"Sangat disayangkan apabila SDM tenaga kesehatan di Papua berada dalam posisi yang terancam keselamatannya," ujar Rifai melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/9/2021).
Rifai menyampaikan, Gubernur Papua meminta Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, untuk lebih aktif menyelesaikan masalah keamanan di wilayahnya.
Hal itu penting dilakukan agar seluruh aspek kehidupan masyarakat bisa kembali berjalan normal.
"Pemkab Pegunungan Bintang diharapkan untuk memperhatikan kebutuhan korban selamat dalam peristiwa tersebut," ujar dia.
Lukas Enembe pun berharap, koordinasi pemkab dan pihak terkait harus dilakukan untuk menyelesaikan kasus ini.
"Gubernur Provinsi Papua berpesan agar pihak Pemkab Pegunungan Bintang dapat terus melakukan koordinasi bersama pihak terkait untuk menyelesaikan secara tuntas kasus penyerangan Puskesmas Kiwirok serta penyerangan terhadap sejumlah tenaga kesehatan yang berada di tempat tersebut," kata dia.
Disebut tindakan biadab
Sementara, Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua Befa Yigibalom, mengecam tindakan KKB yang melakukan aksi keji kepada nakes yang tengah menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terpencil.
Karenanya ia mendesak aparat keamanan untuk bisa menangkap para pelaku dan menghukumnya sesuai aturan yang berlaku.
"Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua mengutuk keras dan itu tindakan biadab. Tindakan orang yang tidak beriman sama sekali itu," kata Befa melalui keterangan tertulisnya.
Dia pun meminta masalah ini segera ditangani sesuai hukum.
"Dan bagaimana caranya pihak keamanan turun tangan dan intervensi bagaimana menangkap pelaku dan secepatnya menangkap dan mengadili sesuai dengan hukum yang berlaku," ujarnya.