Breaking News:

Book Lovers

Terpikat Buku Filsafat, Tabita Belajar Arti Persahabatan dari Buku Karya Romo Setyo Wibowo

Membaca buku-buku filsafat kini tengah menjadi kebiasaan baru bagi Margaretha Tabita Primadwita.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Margaretha Tabita Primadwita 

TRIBUNJATENG.COM - Membaca buku-buku filsafat kini tengah menjadi kebiasaan baru bagi Margaretha Tabita Primadwita.

Sebelumnya, perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan hotel di Kota Salatiga itu lebih banyak membaca buku bertema percintaan, kuliner, kebudayaan, dan karya fiksi.

Tabita mengatakan memiliki hobi membaca sejak kecil ketika masih duduk di bangku SD.

Dia awal mula diajarkan membaca buku yang dilengkapi gambar oleh orangtuanya, di samping itu juga berlangganan majalah Bobo.

Bahkan sampai sekarang dirinya masih memiliki koleksi majalah Bobo berkisar ratusan eksemplar yang tersimpan rapi di rumahnya.

Baca juga: Bertekad Entaskan Warga Miskin, Wabup Kebumen Ristawati Ingin Perkuat Potensi Desa lewat Bumdes

Baca juga: Inilah Sosok Danu Saksi Pembunuhan Ibu dan Anak, Dituduh Punya Akses Masuk Keluar Rumah Selain Yosef

Baca juga: Selepas Sholat Maghrib, Ustaz Armand Ditembak Mati Pria Beratribut Ojek Online: Gue Ditembak

“Bahkan bisa dibilang saya menyukai buku apa saja, karena memang dari kecil suka membaca buku, dimulai dari baca buku yang bergambar sampai koleksi majalah Bobo banyak banget,” kata Tabita kepada Tribunjateng.com.

Ketika menginjak kelas 4 SD, Tabita mulai membaca novel.

Novel pertama yang dibacanya berjudul Kapok Deh Jatuh Cinta karya Stephanie Zen, yang terbit tahun 2007.

Novel tersebut lanjutnya, merupakan hadiah dari seorang guru pelajaran Bahasa Inggris di sekolahnya.

Tabita mengaku, bukan termasuk orang dengan fanatisme khusus dalam membaca buku.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved