Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

KIHT Kudus Diperluas Dua Hektare, Tampung Lebih Banyak Pelaku Industri Rokok

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan memperluas Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Kepala Disperindag Jateng, Arif Sambodo didampingi Kepala Disperinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika saat berkunju‎ng ke KIHT Kudus, Kamis (23/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan memperluas Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Bupati Kudus, HM Hartopo menyampaikan perluasan lahan KIHT sebesar dua hektare itu diharapkan dapat menampung pelaku industri lebih banyak.

Saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi untuk pembebasan lahannya karena perluasannya bakal menggunakan tanah desa.

"Saat ini masih berproses karena itu tanah desa. Tapi sudah dianggarkan untuk tahun ini," ujar dia.

Sehingga, dengan keberadaan KIHT bisa mendorong tumbuhnya industri kecil dan menengah di bidang hasil tembakau.

Apalagi saat ini, KIHT sudah penuh terisi sedikitnya 11 perusahaan sehingga perlunya perluasan lagi.

"KIHT bisa menjadi solusi perusahaan kecil yang ingin memproduksi rokok," kata dia‎.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM Kudus), Rini Kartika menyampaikan, total anggaran untuk pengembangan KIHT sebesar Rp 32,3 miliar.

Adapun alokasi anggaran untuk pembebasan lah‎annya seluas dua hektare sebesar Rp 30 miliar.

‎"Untuk pembebasan lahan Rp 30 miliar, tapi sepertinya belum bisa dilaksanakan tahun ini," ujarnya.

Dia memperkirakan, pembebasan lahan tersebut membutuhkan waktu sekira satu tahun karena belum adanya apraisal lahan.

Diperkirakan, perluasan lahan itu akan menambah kapasitas menjadi 4-5 blok bangunan.

"Tahun ini mungkin kami akan apraisal dulu anggarannya Rp 50 juta," ujarnya.

Menurutnya, anggaran lainnya yang diperkirakan akan terserap tahun ini sebesar Rp 1,363 miliar untuk pembuatan detail enginering design (DED).

‎Kemudian untuk pengadaan genset dan instalasi sebesar Rp 150 juta serta pengadaan mebel sebesar Rp 40 juta.

Selain itu‎ rehabilitasi gedung pos hanggar Bea Cukai sebesar Rp 232 juta.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved