Breaking News:

Berita Pekalongan

SMP di Kota Pekalongan Sudah Semua Gelar Tatap Muka Terbatas, PAUD - TK Juga Didorong Bisa Masuk

Dinas Pendidikan Kota Pekalongan menilai kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Pekalongan, sejak awal September 2021 berjalan lancar

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dinas Pendidikan Kota Pekalongan menilai kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Pekalongan, sejak awal September 2021 berjalan lancar berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan secara berjenjang. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Soeroso mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil evaluasi PTM terbatas tahap pertama pada tanggal (14/9/2021) lalu, kegiatan PTM terbatas di Kota Pekalongan berjalan dengan baik sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri), Instruksi Gubernur (Ingub) Jawa Tengah dan Instruksi Walikota (Inwal) Kota Pekalongan sehingga pelaksanaan PTM terbatas bisa diperpanjang.

"Sementara ini PTM berlanjut dengan satuan pendidikan yang kemarin di PTM tahap pertama sudah sukses. Perluasan hanya ada di beberapa sekolah yang kemarin mundur ikut PTM terbatas dan ada beberapa sekolah yang baru mulai tanggal 14 September 2021kemarin," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Soeroso kepada Tribunjateng.com, Kamis (23/9/2021).

Soeroso menyebutkan, untuk jenjang SMP sudah melaksanakan PTM terbatas 100%.

Baca juga: Alasan Mengejutkan Sutrisno Pemilik Upal Rp 9,95 Juta, Ternyata Balas Dendam ke Dukun

Baca juga: Tukul Arwana Dikabarkan Meninggal Dunia, Cek Faktanya

Baca juga: Jumat Besok Ada Pengundian Lapak Pedagang Pasar Johar Semarang, Hendi Pastikan Sistem Pembagian Adil

Sementara, untuk jenjang SD baru sekitar 90 %, dan tinggal jenjang TK/PAUD yang ditargetkan bisa melangsungkan PTM terbatas dalam waktu dekat berdasarkan evaluasi tahap berikutnya.

"Kami berharap memasuki Bulan Oktober sudah 100 persen semua tingkatan melangsungkan PTM terbatas. Di mana, PTM terbatas ini juga tidak 100% siswa mengikuti pembelajaran, hanya 50 %."

"Kalau nanti memasuki Bulan Oktober, situasinya baik kami berharap ada perluasan. Seandainya belum diizinkan perluasan jumlah prosentase kehadiran siswa, mudah-mudahan diijinkan untuk penambahan jamnya yang semula 2 jam menjadi 3 jam tergantung ijin dari Satgas Covid-19 tingkat Kota Pekalongan nantinya," jelasnya.

Pihaknya juga menambahkan, dalam waktu minggu ini Dinas Pendidikan Kota Pekalongan akan melakukan vaksinasi siswa untuk kelas 8, setelah sebelumnya sekitar 6.000 orang pelajar kelas 7 dan 9 sudah tervaksin.

Baca juga: Suami Istri Korban Meninggal Kecelakaan di Sragen Dimakamkan Satu Liang Lahat, Tinggalkan 3 Anak

Baca juga: Menteri Risma Sesenggukan Peluk Anak Yatim, Orangtua Meninggal Sakit Corona

Baca juga: Inisiatif KKI, BBI, dan BWI Bawa 15,9 Juta UMKM Masuk Pasar Daring

"Minggu ini kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat akan mengadakan vaksinasi untuk siswa, kemarin untuk kelas 7 dan 9 sudah."

"Minggu ini akan kami selesaikan vaksinasi pelajar untuk kelas 8, agar vaksinasi pelajar siswa SMP ini bisa segera 100 % di bulan ini," tambahnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved