Berita Kudus
UMK Akan Gelar Kuliah Tatap Muka Pertengahan Bulan Depan
Universitas Muria Kudus (UMK) mulai mempersiapkan diri untuk menggelar Kuliah Tatap Muka (KTM), pertengahan Oktober mendatang.
Penulis: raka f pujangga | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -- Universitas Muria Kudus (UMK) mulai mempersiapkan diri untuk menggelar Kuliah Tatap Muka (KTM), pertengahan Oktober mendatang.
Rektor UMK Kudus, Prof Darsono menyampaikan, sudah mulai melakukan persiapan untuk menggelar KTM, sejak Senin (20/9). Hal itu sesuai surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) terkait rencana tatap muka.
"Ini masih dipersiapkan, paling cepat KTM dilaksanakan pertengahan Oktober 2021," ujar dia, saat ditemui di UMK Kudus, Rabu (22/9).
Pengaturan yang dipersiapkan berkait Kuliah Tatap Muka, antara lain pembentukan Satgas Covid, mengatur ruangan, serta merancang prosedur dan tata pelaksanaan. "Bagaimana tata pelaksanaan di kelas itu masih diatur," ujarnya.
Adapun skala prioritas untuk mahasiswa yang akan mengikuti KTM adalah kewajiban vaksin yang harus terpenuhi. Dari 11.800 mahasiswa, hanya 2.000 yang sudah tuntas vaksinasinya.
"Vaksin wajib bagi mahasiswa yang akan ikut KTM," ujar dia.
Selain itu, mahasiswa yang akan mengikuti KTM dikhususkan untuk mata kuliah praktikum. Mereka juga diwajibkan untuk menyertakan surat izin dari orang tuanya. "Semua syarat itu harus dipenuhi sebelum mengikuti KTM," katanya.
Adapun mahasiswa yang belum memenuhi kriteria itu akan dilaksanakan secara daring sehingga tetap bisa mengikuti pembelajaran dari rumah. "Yang belum divaksin, masih daring. Nanti kami akan siarkan langsung secara online," ujar dia.
Sedikitnya 1.500 mahasiswa UMK menjalani vaksinasi, Rabu kemarin. Vaksinasi itu merupakan kerja sama antara Polri dan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEMSI) yang dilaksanakan secara serentak.
Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma menyampaikan, kegiatan vaksinasi tersebut diberikan kepada mahasiswa. "Selama ada vaksin, kami akan terus berikan. Tidak hanya kepada mahasiswa, tapi juga lansia dan remaja," kata Aditya.
Dia berharap, vaksinasi yang diberikan dapat meningkatkan kekebalan kelompok dan menekan penularan Covid-19. "Harapannya bisa meningkatkan kekebalan kelompok 50 sampai 70 persen," ujarnya.
Setiap mahasiswa yang sudah diskrining kesehatannya, dapat melakukan vaksinasi dan menunggu beberapa menit untuk mengetahui kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). (raf)
Baca juga: Pembangunan Malioboro-nya Kota Tegal Dilanjutkan Kembali
Baca juga: Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Kabupaten Batang Jumat 24 September 2021
Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Jumat 24 September 2021
Baca juga: Kronologi Bapak Aniaya Anak Kandung hingga Tewas karena Jadi Selingkuhan Istri Orang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/vaksinasi-mahasiswa-umk.jpg)