Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Malaysia Kini Tertinggi Se-Asia 

Kasus covid-19 di Malaysia mencatatkan angka kematian tertinggi di Asia. Covid-19 Malaysia mencatat angka kematian terburuk sepanjang pandemi Covid-19

Editor: m nur huda
SADIQ ASYRAF
Jenazah Covid-19 disemprot dengan disinfektan sebelum dimasukkan ke dalam mobil jenazah di Malaysia 

TRIBUNJATENG.COM, KUALA LUMPUR - Kasus covid-19 di Malaysia mencatatkan angka kematian tertinggi di Asia. Covid-19 Malaysia mencatat angka kematian terburuk sepanjang pandemi Covid-19 dengan 9.671 jiwa menjadi korban pada September.

Jumlah itu menjadikan bulan lalu sebagai periode paling mematikan sejak pandemi dimulai di “Negeri Jiran”, menurut data pemerintah Malaysia pada Jumat (30/9/2021).

Pihak berwenang mengeklaim peningkatan itu sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan masuknya kematian dari bulan-bulan sebelumnya.

Lonjakan tersebut mendorong angka kematian Covid-19 per kapita Malaysia menjadi salah satu yang tertinggi di Asia.

Kondisi itu terjadi bahkan ketika infeksi baru melambat dalam beberapa pekan terakhir di tengah peningkatan program vaksinasi.

Angka kematian September menyumbang lebih dari sepertiga dari 26.335 total kematian Covid-19 Malaysia yang dilaporkan.

Negara tetangga Indonesia itu telah mencatat lebih dari 2,2 juta infeksi Covid-19, jumlah tertinggi ketiga di Asia Tenggara.

Pejabat kementerian kesehatan Malaysia mengeklaim pelaporan banyak kematian tertunda, beberapa hingga beberapa bulan, karena meningkatnya kasus membuat rumah sakit dan laboratorium pengujian kewalahan.

Kementerian pada bulan mulai merilis data harian sesuai dengan waktu kematian, serta tanggal pelaporan mereka.

Tujuannya untuk meningkatkan transparansi dan menghapus kesenjangan data pelaporan.

Meskipun Malaysia melaporkan rata-rata harian 322 kematian Covid-19 pada September, kematian harian aktual turun menjadi 89 pada Kamis (29/9/2021), berdasarkan rata-rata bergulir tujuh hari.

Pihak berwenang berjanji untuk mengurangi keterlambatan pendataan, dengan memberlakukan batas waktu di rumah sakit untuk mengonfirmasi penyebab kematian.

“Kematian yang sebelumnya tidak dilaporkan memperlihatkan kesenjangan sistemik, meskipun Malaysia memiliki salah satu peluncuran vaksin tercepat di Asia Tenggara,” kata pakar penyakit menular Universitas Malaya Adeeba Kamarulzaman kepada Reuters dilansir Sabtu (2/10/2021).

Kesenjangan itu menurutnya termasuk soal tingkat vaksinasi yang tidak merata di berbagai negara bagian, pemantauan yang tidak memadai terhadap pasien Covid-19 di karantina rumah, serta akses terbatas ke perawatan kesehatan di antara para migran yang tidak berdokumen.

"Banyak di antara populasi migran yang kekurangan informasi tentang penyakit ini atau takut untuk datang ke rumah sakit, jika mereka ditangkap," kata Adeeba.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved