Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Saham

Pekan Lalu : Transaksi Harian Bursa Naik 50%

Pasar saham selama sepekan lalu kembali ditutup dalam zona positif, dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) periode 27 September hingga 1 Oktob

ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Pekerja merapikan dokumen membelakangi layar informasi pergerakan harga saham pada layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/9). kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terpuruk di titik terendah pada Maret 2020 akibat pandemi covid-19, perlahan bangkit kembali. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pasar saham selama sepekan lalu kembali ditutup dalam zona positif, dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) periode 27 September hingga 1 Oktober 2021 mencatatkan penguatan hampir 50 persen, atau tepatnya 48,20 persen.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono mengatakan, RNTH meroket menjadi Rp 18,89 triliun sepekan lalu dari Rp 12,75 triliun pada pekan sebelumnya.

"Kemudian, peningkatan sebesar 17,22 persen terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa yang berada pada angka 24,83 miliar saham dari 21,18 miliar saham pekan sebelumnya," ujarnya, dalam siaran pers, dikutip Minggu (3/10).

Sementara itu, rata-rata frekuensi harian bursa sepanjang pekanlalu juga meningkat 9,21 persen menjadi 1,5 juta transaksi dari 1,37 juta transaksi pada pekan sebelumnya.

Yulianto menuturkan, nilai kapitalisasi pasar bursa tercatat sampai akhir pekan lalu berada pada nominal Rp 7.644,41 triliun dari Rp 7.538,7 triliun pada pekan sebelumnya, atau mengalami peningkatan sebesar 1,4 persen.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu berada di zona merah, atau turun 0,92 persen, berada di level 6.228,845.

Namun, secara keseluruhan selama sepekan lalu IHSG mengalami peningkatan 1,37 persen dari posisi 6.144,81 pada penutupan pekan sebelumnya.

"Investor asing pada akhir pekan lalu mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 10,51 triliun, dan sepanjang 2021 mencatatkan beli bersih sebesar Rp 15,99 triliun," jelas Yulianto.

Adapun, IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini, Senin (4/10). Analis Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan memperkirakan IHSG akan bergerak turun dengan support 1 di level 6.194 dan support 2 di 6.161. Sementara resistance 1 IHSG diperkirakan berada di level 6.268 dan resistance 2 di 6.309.

Menurut dia, secara teknikal, formasi candlestick membentuk bearish harami yang merupakan tanda pembalikan arah menjadi tren pelemahan.

"Secara fundamental, pergerakan IHSG juga masih dibayangi kekhawatiran terhadap anggaran pemerintah Amerika Serikat, kebijakan tapering, dan tingkat inflasi. Pergerakan di awal pekan juga diperkirakan minim sentimen," ucapnya.

Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan pun melihat potensi bearish harami jika pelemahan IHSG berlanjut pada perdagangan Senin (4/10). Oleh sebab itu, menurut dia, investor perlu mewaspadai level kritis IHSG di 6.200.

"Hati-hati sinyal minor bearish reversal jika menembus 6.200 pada Senin," tuturnya.

Ia memprediksi, support IHSG esok hari berada di level 6.180 dengan resistance di 6.250.

Meski demikian, Valdy menyatakan, IHSG masih akan ditopang sejumlah data ekonomi domestik yang mengindikasikan pemulihan aktivitas ekonomi, terutama di sisi suplai pada September lalu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved