Berita Jawa Tengah
Antisipasi Krisis Energi, Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dilirik, Ini Langkah Dinas ESDM Jateng
Pemprov Jawa Tengah mendorong kampanye besar-besaran untuk mengkonsumsi energi sekunder dengan langkah membangun industri konversi energi.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
Dikatakannya, krisis energi ini disebabkan meningkatnya kebutuhan energi dan semakin terbatasnya sumber energi yang berasal dari fosil seperti batu bara, gas alam dan minyak bumi.
Bahkan akhir-akhir ini, krisis sumber energi listrik telah terjadi di beberapa negara seperti Cina, India dan beberapa negara di Eropa dan negara lain.
"Krisis ini menyebabkan terjadinya kekurangan pasokan bahan baku batubara dan gas alam pada pembangkit listrik dan menyebabkan harga bahan baku seperti batubara dan gas alam mengalami kenaikan. Oleh karena itu, EBT merupakan solusi dari krisis energi ini," kata Prof Kusmiyati.
Provinsi Jawa Tengah, katanya, merupakan provinsi yang memiliki banyak potensi energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik.
Sumber daya energi terbarukan yang dapat digunakan untuk sumber ketenagalistrikan antara lain energi panas bumi, air terjun mikrohidro, tenaga surya, biomassa dari sampah, energi angin, ada juga gas methana.
"PLTS sendiri merupakan Energi Baru Terbarukan yang punya banyak kelebihan. Di antaranya dapat menjadi sumber energi listrik di perumahan, perkantoran dan industri. Sehingga dapat mengurangi tarif listrik dari PLN," jelasnya.
Beberapa kelebihan dari penggunaan energi surya lainnya yaitu tahan lama lebih dari 20 tahun dan dapat memanfaatkan lahan lahan kosong tanpa mengurangi lahan produktif seperti pertanian.
Baca juga: Satpol PP Dobrak Kamar Homestay, Cewek Hamil Ngamar Bareng 3 Pria Kaget Tertangkap Basah
Baca juga: ABG Bernafsu Tiduri Nenek 71 Tahun di Kudus, Celana Dipelorotkan: Saya Bilang Jangan Kayak Setan!
Baca juga: Sudah Lama Kosong, Isoter Gedung Wanita Bakal Digunakan Tempat Pameran HUT 104 Karanganyar
Di samping itu, pemerintah telah menargetkan untuk pembangkit listrik sebesar 35.000 megawatt.
Sekitar 25% bersumber energi terbarukan, antara lain menargetkan 6.500 megawatt untuk energi surya fotovoltaik (PV).
"Di dunia, PLTS atau energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang perkembangannya cukup pesat termasuk Indonesia," terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kebijakan-pemprov-jateng-terkait-energi-baru-terbarukan-1.jpg)