Breaking News:

Berita Semarang

Wali Kota Semarang Hendi Minta Dinas Perdagangan Evaluasi Penataan Lapak Pasar Johar

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta Dinas Perdagangan melakukan evaluasi penataan Pasar Johar.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Petugas Keamanan Pasar Johar Semarang, Handoyo sedang memerikisa sejumlah los yang ada di bagian tengah dan utara meliputi kebersihan, pengecekan lapak pedagang dan persediaan air bersih di los daging, Senin (20/9/21). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta Dinas Perdagangan melakukan evaluasi penataan Pasar Johar.

Hendi, sapaannya, mengaku telah bertemu dengan para pedagang yang semula menempati Johar Utara, namun mendapatkan undian lapak di Shopping Center Johar (SCJ).

Pihaknya pun telah menjelaskan kepada mereka mengenai kondisi Pasar Johar saat ini.

Baca juga: Pedagang Sayangkan Hasil Undian Lapak, Banyak Pedagang Pasar Lain Masuk Johar Utara Semarang

Baca juga: Agar Bisa Lakukan Evaluasi, Wali Kota Semarang Hendi Berharap Pedagang Pasar Johar Segera Isi Lapak

Baca juga: Fokus : Branding Pasar Johar

Baca juga: BERITA LENGKAP : Bangunan Pasar Mangkrak di Kota Pekalongan Mulai Dibongkar

"Mereka sudah bertemu saya. Saya sudah jelaskan mestinya tidak begitu. Sekda, Asisten 2,  Dinas Perdagangan saya kumpulkan untuk evaluasi," papar Hendi, Selasa (12/10/2021).

Dia menjelaskan, ketersediaan lapak di Johar Utara, Johar Tengah, Johar Selatan, Kanjengan, dan basement Alun-Alun Johar sebenarnya cukup untuk menata pedagang dengan pola penataan satu pedagang satu kios, los, atau dasaran terbuka (DT).

Dari lima blok itu, jumlah kios sebanyak 728 kios, sedangkan jumlah pedagang yang teregister kios ada 726.

"Jadi, semua bisa masuk, malah sisa dua," sebut Hendi.

Adapun jumlah los, sambung dia, ada sekitar 2.600 los di lima blok itu.

Sedangkan, jumlah pedagang yang teregister mendapatkan los ada sekitar 1.600.

Hendi mengatakan, seharusnya seluruh pedagang bisa masuk ke lima blok tersebut.

Maka dari itu, dia meminta Dinas Perdagangan mengevaluasi kemungkinan adanya kesalahan pada E-Pandawa yang menjadi sistem dalam pengundian kios maupun los di Kawasan Johar.

Pasalnya, pembahasan dalam rapat sebenarnya perhitungan los dan kios cukup bagi pedagang.

Pedagang punya hak untuk mendapatkan kios atau los di lima blok tersebut.

Baca juga: Polda Jateng Prakarsai Mageri Segoro, Gubernur Ganjar Pranowo Siap Gaspol Tanam Mangrove di Pesisir

Baca juga: Marak Penipuan Mengatasnamakan Pinjol, Ini Perintah Presiden Jokowi Soal Pinjol Ilegal

Baca juga: Hotline Semarang : Wajibkah Aplikasi PeduliLindungi di Tempat Wisata Tiada Sinyal?

Jika menunggu SCJ, menurutnya, pedagang pasti akan menunggu lama.

"Mereka punya hak, meski tidak di Johar Utara karena kapasitas Johar Utara terbatas. Mereka bisa di Tengah, Selatan, basement alun-alun, atau Kanjengan. Kalau menunggu SCJ masih lama, masih tahun depan. Hari-hari ini saya minta untuk dilakukan evaluasi," terangnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved