Breaking News:

Berita Kudus

Bupati Kudus HM Hartopo: Perlu Studi Banding untuk Penanganan Kekerasan Anak dan Perempuan

Pemkab Kudus mendapat penghargaan Pengarusutamaan Gender (PUG) kategori Anugerah Parahita Ekapraya (APE)

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
Dokumentasi Diskominfo Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo saat menghadiri pengumuman penghargaan pengarusutamaan gender secara virtual. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menorehkan prestasi.

Kali ini mendapat penghargaan Pengarusutamaan Gender (PUG) kategori Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 kategori level Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Pengumuman tersebut disampaikan secara virtual Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia secara Virtual.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kudus HM Hartopo berikut istrinya Mawar Hartopo yang juga Ketua TP PKK Kudus.

Baca juga: Dipermudah Kantor Imigrasi, Warga Kudus Tidak Perlu Susah Payah ke Semarang untuk Buat Paspor

Baca juga: Dinas Perdagangan Kota Semarang Imbau Pedagang Segera Tempati Lapak di Johar

Baca juga: Dinas Perdagangan Semarang: Pedagang Johar yang Belum Dapat Lapak Diikutkan Pengundian Tahap Dua

Atas torehan prestasi tersebut, Hartopo menaruh apresiasi atas penghargaan yang diraih Pemkab Kudus.

"Apresiasi sekali terhadap apa yang telah diraih Kabupaten Kudus dalam penganugerahan penghargaan PUG kategori APE level Madya," ukata Hartopo.

Hartopo juga berharap Kabupaten Kudus dapat selalu naik kelas dalam penghargaan tersebut setiap tahunya. 

"Alhamdulillah naik kelas, yang dulunya di tingkat pratama, sekarang naik ditingkat madya. Harapan kami tahap demi kita dapat melalui untuk ke depan agar selalu naik kelas," Harapnya. 

Pihaknya juga menambahkan perlunya studi banding ke luar daerah dengan harapan mendapatkan bekal agar dapat diterapkan di Kabupaten Kudus.

"Maka dari itu, baiknya juga perlu studi banding, menimba ilmu di daerah lain agar dapat diimplementasikan di Kabupaten Kudus terkait penanganan kekerasan anak, perlindungan anak, dan perempuan," pesan Hartopo. 

Pihaknya menilai, di zaman sekarang adalah jamanya emansipasi wanita.

Yang artinya perempuan pun dapat memegang peranan penting dalam kehidupan. 

Baca juga: Ibunda Nagita Slavina Beri Hadiah Apartemen untuk Masing-masing Cucu

Baca juga: Banyak Memakan Korban Jiwa, Bupati Sragen Minta PT KAI Segera Beri Palang Pintu di KA Bedowo

Baca juga: Sopir Truk Mengeluh saat Melintasi Jalan Pantura Semarang, Macet Parah, Boros Solar hingga 20 Liter

"Zaman sekarang kan tidak menutup kemungkinan perempuan masuk ke dalam sebuah organisasi struktural (pimpinan), dengan study banding diharapkan akan menambah nilai khusus yang bisa diterapkan di Kabupaten Kudus mengenai pengarusutamaan gender," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved